Home > Berita > Bangun PLTS Salura: Oknum TNI Ikut Campur Tangan

Bangun PLTS Salura: Oknum TNI Ikut Campur Tangan

Waingapu.Com – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Salura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT ternyata punya cerita lain dibaliknya. Yakni adanya keterlibatan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sehari-hari bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 1601 itu.

iklan budi indah

Adalah Sersan Kepala (Serka) Sunarno, nama oknum yang ikut campur tangan dalam pembangunan PLTS yang terletak di jantung Pulau Salura, yang juga merupakan satu dari beberapa pulau terluar yang ada di Kabupaten Sumtim. Pulau yang juga dekat dengan Australia itu.

Keterlibatan Serka. Sunarno dalam pembangunan PLTS itu akhirnya dengan gamblang terbuka oleh manajemen PT. PLN Wilayah NTT dan area Pulau Sumba dalam sebuah ceremonial akhir Desember 2013 silam.

“Serka. Sunarno, Jabatan Bintara Tinggi Intelejen Kodim 1601 Sumba Timur, Danrem 161 Brigjen. TNI Achmad Yuliarto, sebagai penerima penghargaan dari PLN atas jasa luar biasa dalam pelaksanaan pembangunan PLTS Salura 150 Kwp atas prestasi dan keberhasilannya membantu Pemda dan PLN dalam mendistribusikan logisltik pembangunan PLTS pulau Salura,” urai MC acara penganugerahan pengahargaan sekaligus rekor MURI 100 persen Listrik Pintar di halaman belakang PLN area Sumba.
Piagam penghargaan itu diterima Serka Sunarno dengan sukacita.

“Saya awalnya tak menduga, saya kerja untuk membantu sebisa mungkin tanpa mengharapkan dapat penghargaan dari Pemerintah atau PLN. Saya persembahkan piagam ini buat Danrem dan Dandim juga keluarga saya tentunya yang merelakan saya pergi berhari-hari bahkan menyeberangi laut selatan Sumba yang terkenal ganas untuk mendistribusikan logistik PLTS,” jelas Sunarno dengan mata berkaca-kaca, usai menerima piagam dari General Manager PT.PLN wilayah NTT, Richard Safkaur, disaksikan oleh Direktur operasional PT.PLN untuk wilayah Indonesia Timur, Vickner Sinaga.

Harapan akan adanya “Sunarno” lainnya dalam pelbagai hal yang terkait dengan pembangunan daerah dan pengabdian kepada masyarakat juga mengemuka dalam acara itu, sekalipun acara yang dimaksud juga difokuskan pada penyerahan sertifikat MURI yang hingga kini terus menjadi polemik di masyarakat Sumba bahkan hingga ke dunia maya itu.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.