Home > Berita > Ketua DPRD Sumtim: “Camat Yang Suka Mabuk, Mana Bisa Jadi Panutan?”

Ketua DPRD Sumtim: “Camat Yang Suka Mabuk, Mana Bisa Jadi Panutan?”

Waingapu.Com – Perilaku yang dinilai tidak terpuji dari oknum camat yang suka mengkonsumsi minuman keras (miras), infromasinya ternyata telah sampai ke kuping Palulu P. Ndima, Ketua DPRD Sumba Timur (Sumtim), NTT. Bagaimana tidak, dalam sambutannya ketika menghadiri acara pelantikan  Daniel raja, selaku camat baru Kecamatan Wulla Waijelu, Selasa (21/01) lalu, dengan tegas Palulu yang juga merupakan ketua Partai Golkar Kabupaten Sumtim itu meminta para camat menjaga perilakunya jika ingin menjadi tokoh panutan warganya.

“Saya harap di sini tidak seperti itu yaa, ada camat yang mau dilantik di tempat lain, yang senangnya minum-minum sampai mabuk tolong dikurangilah, kita ini panutan, bagaimana kita jadi panutan untuk masyarakat jika perilaku kita mabuk tak terkontrol seperti itu!” tegas Palulu, dalam acara pelantikan camat yang dilakukan oleh Bupati Sumtim, Gidion Mbiliyora, di aula Kecamatan Wulla Waijelu itu.

Lebih jauh diharpakan Palulu untuk camat yang baru dilantik, hendaknya mempunyai tekad dan langkah yang konkrit untuk mensejahterakan masyarakat. Juga program-program  positif camat yang sebelumnya untuk bisa ditindaklanjuti.

“Camat sebelumnya, Oria Raramata telah mencanangkan program penanaman pohon kelapa sebanyak 30.000 pohon, untuk mengembalikan citra Wulla Waijelu sebagai penghasil minyak kelapa , itu telah dijalankan dan kita dukung bersama gaar terus dijalankan dan berhasil. Kalau bisa kita tanam tambah lagi, apalagi pohon kelapa selama ini banyak ditebang dan diambil untuk bahan ramuan rumah.  Juga saya harap diberi pemahaman dan kesadaran bagi warga untuk juga menanam lontar,”paparnya.

Pohon lontar, demikian lanjut Palulu, hendaknya tidak sekedar dieksploitasi untuk dijual ke luar daerah, namun juga bisa ditanam agar tidak punah nantinya.

“Kita punya pohon Menggit atau lontar? Tapi kita hanya tebang dan ambil untuk dijual semuanya. Apakah kita tidak berpikir untuk tanam? Jangan mengharapkan dia tumbuh sendiri. Karena saya lihat pucuk menggit yang dikirim ke Bali bertruk-truk, baiknya jangan sebatas kita eksploitasi untuk menghasilkan uang, tapi harus tanam juga agar tidak punah,”pungkasnya.(und)

Komentar

komentar