Home > Berita > Wellcome Nam, Good Bye Merpati

Wellcome Nam, Good Bye Merpati

Gerald Palekahelu

Waingapu.Com – Merpati tak ingkar janji, mungkin itu lirik sebuah lagu ‘tempoe doeloe’ ataupun ungkapan yang melambangkan kesetiaan. Namun apa daya, pasca terlilit persoalan keuangan, akhirnya PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) berdampak cukup luas. Tidak hanya bagi ribuan karyawanya yang tertunda gajinya namun juga berdampak ke daerah-daerah yang selama ini menjadi PT. MNA sebagai salah satu ujung tombak peretas keterisolasian transportasi udara. Seperti halnya sejumlah daerah di wilayah propinsi NTT.

iklan budi indah

Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) misalnya, saking merasa pentingnya transportasi udara bagi perkembangan daerahnya bahkan sempat melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan ‘maskapai berplat merah’ itu. Kerjasama operasional dalam bentuk penyertaan modal senilai Rp. 10 Milyar yang tentunya menguras APBD.

Namun beruntung, kerjasama itu tidak berlanjut hingga PT. MNA kini terancam ambruk akibat lilitan persoalan keuangan. Kepastian tidak adanya lagi KSO Pemkab. Sumtim dengan PT. MNA ditegaskan oleh Gerald H. Palehakelu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, kala ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/02) lalu.

“Sudah tidak ada lagi KSO dengan Merpati sejak tahun 2010 lalu. Jadi sebenarnya sejak saat itu semakin memperjelas sikap Pemkab yang membuka diri untuk maskapai lain melayani Kabupaten ini,” tandas Gerald yang akrab disapa Boy itu.

Bandara UMKLebih lanjut Boy menjabarkan, secara prinsip Pemkab. membuka diri untuk maskapai lain melayani penerbangan dari dan ke kota Waingapu. Termasuk rute penerbangan yang selama ini dilayani armada PT. MNA.

“Pada prinsipnya Pemkab wellcome dengan maskapai lain. Tidak ada proteksi pada Merpati. Kami siap menerima proposal atau permohonan dari Maskapai lain. Untuk informasi saja, Maskapai Nam yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya air telah masukan proposal, rencananya pertengahan bulan ini akan terbang pertama ke Waingapu dengan pesawat type Boeing 737,” pungkasnya seraya menunjukan surat permohonan Nam Air yang ada di mejanya.

Terkait kesiapan Bandara, menurut Boy tidak ada persoalan karena landasan pacu dan peralatan yang dimiliki Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) sangat memadai untuk didarati pesawat type Boeing dan sekelasnya.

”Dulu Batavia pernah layani penerbangan dari dan ke UMK, dengan pesawat type Boeing, Presiden SBY ketika melakukan kunjungan kerja ke sini menggunakan pesawat Boeing 737-300 dan bisa landing dan take off dengan mulus,” pungkasnya.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.