Home > Kriminal > Uang Hasil Jadi Buruh Kasar disangka Upal

Uang Hasil Jadi Buruh Kasar disangka Upal

Waingapu.Com – Hermanus H. Gella (47) warga Kelurahan Mau Hau, Selasa (11/03) sekitar pukul 09:30 Wita, digelandang warga di Pasar Inpres (Paris) Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT. Pria yang kemudian diketahui sedikit mengalami gangguan mental itu sempat diuber dan disakiti warga penghuni dan pengunjung pasar. Pasalnya diduga membelanjakan nasi bungkus dengan menggunakan uang palsu (Upal) nominal 50 ribu rupiah.

iklan budi indah

Beruntung rencana sejumlah warga main hakim sendiri diredam sekuriti Pasar dan aparat Polres Sumtim yang tiba tepat waktu. Herman akhirnya diamankan di ruang Pidana Umum (Pidum) Sat. Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres setempat.

Pada petugas, pria yang tidak fasih berbicara bahasa Indonesia itu bersikukuh uang yang dipakainya adalah asli dan hasil jerih lelahnya menjadi buruh kasar pada proyek-proyek pekerjaan saluran, deker dan pekerjaan lainnya.

Kala diamankan aparat, ternyata di kantong Herman, ditemukan uang sebanyak enam juta rupiah lebih, pecahan limapuluh ribu. Uang itu kemudian dibawa oleh petugas ke Bank terdekat untuk dites dan diteliti keasliannya. Oleh Bank, disebutkan uang milik pria yang salah satu kakinya dibungkus kain karena luka dan patah tulang itu adalah uang asli.

“Tadi ada orang yang putar saya punya tangan, sakit sekali, ini uang saya, banyak, saya simpan lama. Kalau mau makan atau rokok, saya beli kasih adi,” jelasnya ketika ditanya wartawan.

Karena tak terbukti menggunakan Upal, pria malang itu akhirnya dilepas dan dipulangkan aparat ke kerabat yang menampungnya. “Tadi ada uang enam juta lebih disaku celananya. Kami bawa ke bank ternyata uangnya memang asli. Kami sarankan dia untuk tabung di Bank tapi dia tidak mau, jadi kami sarankan saja dia jaga dan simpan uangnya baik-baik karena bisa saja orang rampok atau copet,” jelas salah satu penyidik Polres.

Dengan sedikit menggerutu karena niat beli jagung, baju dan beras di Pasar terhambat, juga karena rasa sakit akibat tangannya dipelintir warga, dan kakinya yang patah masih ngilu, Herman akhirnya meninggalkan Polres setempat.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.