Home > Politik > Janji Beasiswa Meresahkan, Warga Ramai ‘Curhat’ di Radio Lokal

Janji Beasiswa Meresahkan, Warga Ramai ‘Curhat’ di Radio Lokal

iklan budi indah

Waingapu.Com – Polemik seputar beasiswa yang dijanjikan pada sejumlah warga di kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT dalam bentuk surat disertai

formulir terus terjadi. Warga yang kecewa dengan janji tim sukses caleg juga bahkan mengaku sempat bertemu langsung sang Caleg saat turun sosialisasi kemasyarakat, menempuh aneka cara untuk menyatakan keresahan mereka seputar beasiswa yang mereka nilai ‘bodong’ itu.

Seperti halnya Kamis (17/04) pagi hingga siang hari tadi, warga menyampaikan curhat dan kekecewaan mereka pada Radio Max FM, sebuah radio lokal yang masuk dalam jaringan Radio Kantor Berita 68 H (KBR 68 H) yang setiap harinya mempunyai acara berlabel ‘Warga Bicara’ selama dua jam.

Seperti terpantau di studio radio yang bermarkas di Kampung Kallu, Kota Waingapu itu, warga menyampaikan keluhan mereka via sms maupun via jalur telepon yang disediakan radio swasta tertua di Sumba itu.

“Kami didatangi tim sukses yang bawa formulir buat kami isi. Lalu bagian atasnya di serahkan kembali ke kami untuk dibawa ke Bank BRI supaya dicairkan uang beasiswa sebesar 450 ribu,”jelas Ama Arni,warga desa Tana Rara,via jalur telepon.

Lebih lanjut dijelaskan Ama Arni, formulir tersebut sangat menyakinkan warga kecil karena ada logo DPR RI di kop formulir yang bersanding dengan foto caleg DPR-RI dari partai Demokrat atas nama Jefirston R.Riwu Kore yang juga masih menjabat anggota komisi X DPR RI.

Heindric dan Ray, dua penyiar radio Max FM yang ditemui di studio menyatakan, selama acara itu dibuka, puluhan penelpon dan sms dari warga yang menyatakan kekecewaan mereka dengan formulir beasiswa yang kemudian ditenggarai kuat bodong itu.

Ditemui terpisah dikediamannya, Kamis (12/04) petang tadi tadi Teto Bole, orang tua Marlince Chyndia Uly, salah satu siswa SDM Kambaniru 02 yang juga mendapatkan formulir beasiswa itu mengaku kecewa dengan perilaku tim sukses dan juga Caleg yang menjanjikan beasiswa itu.

”Kami memang orang miskin, tapi jangan bodohi kami seperti ini. Tak hanya itu, kami juga dibuat malu saat bawa formulir itu ke BRI, petugas BRI bilang tidak ada dana partai atau caleg di Bank ini. Kami diperlakukan seperti ini sakit sekali, hati kami merasa teriris,” urai lirih Teto yang didampingi Marlin puterinya.

Terpisah, Miftachuk Ichsan, selaku Pimpinan BRI Cabang Waingapu mengaku turut menyesalkan hal itu. “Kami juga kasihan lihat warga bolak balik menanyakan hal itu ke kami. Yang bisa kami sampaikan adalah Pihak BRI hanya punya kerja sama atau MOU dengan Kemendiknas untuk menyalurkan Beasiswa untuk siswa Miskin, tidak ada MOU atau kerjasama dengan partai ataupun Caleg. Jadi memang format pencairan beasiswa seperti yang dibawa warga ke Bank ini tidak bisa kami layani,” paparnya kala ditemui siang tadi di ruang rapat manajemen BRI Cabang Waingapu.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.