Home > Lingkungan Hidup > Desa Luku Kamaru: Sumber Air, Sumber Kehidupan

Desa Luku Kamaru: Sumber Air, Sumber Kehidupan

Waingapu.Com – Sejak adanya perpipaan dan bak penampung air, masyarakat Desa Luku Kamaru tidak lagi mengalami kesusahan akan air. Bak penampung air yang terletak dengan pusat pemukiman tidak hanya menjadi sumber air minum dan sanitasi bagi masyarakat,tetapi juga menjadi sumber air bagi kegiatan pertanian, persekolahan, dan kesehatan.

iklan budi indah

“Di sini susah air, masyarakat harus berjalan jauh untuk ambil air kalau musim kemarau. Karena air susah, sedikit guru yang mau tinggal di mes guru di SD, bidan juga jarang datang ke Pustu. Makanya waktu ada PNPM Mandiri Perkotaan, kami minta supaya dibantu perpipaan untuk kasih naik air dari mata air ke sini,” kata Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat Desa Lukukamaru Kornelis Puru Hongga, Jumat, 02/05/2014.

Menurut Bapak Kornelis, pembangunan perpipaan dan bak air ini sudah dimulai sejak tahun 2012 menggunakan dana bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan tahun anggaran 2012 senilai 52 juta rupiah, dan swadaya masyarakat berupa tenaga kerja yang jika dirupiahkan bernilai sekitar 15,6 juta rupiah. Sarana yang dibangun berupa bak pengumpul 2 unit dan jaringan perpipaan 650 meter.

“Program ini memang mampu mendekatkan air, tapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami bersama massyarakat mengusulkan lagi pembangunan lanjutan dari sarana perpipaan dan bak air yang sudah ada”, kata Pak Kornelis.

Usulan tersebut terealisasi pada tahun 2013 melalui dana BLM 1 oleh PNPM Mandiri Perkotaan. Dana senilai 74 juta yang dikucurkan digunakan untuk pembangunan perpipaan sepanjang 300 meter dan bak pembagi 2 unit serta pompa air yang mendapatkan listrik dari mesin genset. Bak pembagi di tempatkan pada elevasi yang cukup tinggi sehingga dapat menyalurkan ke rumah warga serta sekolah dan Pustu secara gravitasi. Untuk menjaga keberlanjutan penggunaan sarana ini, masyarakat Dusun Kambata Tanarara yang menjadi pengguna utama sarana yang ada bersepakat untuk mengumpulkan iuran bulanan senilai 25 ribu/KK/bulan sebagai biaya operasional dan pemeliharaan.

“Syukurnya, masyarakat lancar mengumpulkan iuran bulanan, sehingga sarana yang ada dapat terus dipakai sampai sekarang. Kami sangat berterima kasih kepada PNPM Mandiri Perkotaan serta semua warga yang telah sukarela membantu. Sejak pembangunan bak pembagi ini, warga tidak susah lagi mencari air, guru dan bidan juga sudah senang tinggal di sini, bahkan warga di sini sudah mulai menanam sayur di dekat bak air.

Ditahun 2014 ini, kami kembali mengusulkan program lanjutan, sehingga air yang ada bisa di salurkan juga ke Dusun Kambata Waluhada. Semoga saja usulan kami dapat diterima,” ujar kepala desa Lukukamaru Retang Ndjurumay, saat ditemui di kediamannya.[dsr]

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.