Home > Korupsi > Didanai APBN 2013: Proyek Perpipaan dan Air Bersih Mbatakapidu Bermasalah

Didanai APBN 2013: Proyek Perpipaan dan Air Bersih Mbatakapidu Bermasalah

Waingapu.Com – Proyek perpipaan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas air bersih dari mata air Mbatakapidu ke wilayah kota Waingapu dan sekitarnya, di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT hingga kini masih juga belum selesai. Padahal sesuai kontrak, proyek bermasalah itu harus selesai akhir tahun 2013 lalu. Pasalnya proyek vital itu menelan dana APBN 2013, dengan anggaran sebesar Rp. 6,2 miliar.

iklan budi indah

Ketidakseriusan kontraktor dalam mengerjakan proyek ini, selain bisa dilihat dari keterlambatan penyelesaian, juga tidak adanya papan proyek yang menjelaskan sumber dana, kontraktor pelaksana, konsultan, hingga jangka waktu pengerjaan yang lazimnya ada di setiap proyek yang didanai pemerintah.

Informasi lain yang diperoleh wartawan menyebutkan, proyek bermasalah ini sudah mulai dilidik oleh POLDA NTT. Yakub, pengawas dari pihak kontraktor yang ditemui di lokasi, Rabu (28/05) lalu membenarkan proyek ini di danai APBN 2013.

“Ini anggaran tahun 2013, saya juga hanya disuruh awasi pekerja saya, saya tidak tahu apa-apa, saya juga tidak tahu jika Polda ada mau selidiki ini proyek. Bos hanya suruh saya kerja cepat,” jelasnya.

“Kalau pekerjaan seperti ini jangan heran jika warga dibeberapa titik di kota Waingapu hingga kini ledengnya hanya keluar angin. Kerja hanya kejar untung tapi tidak bertanggungjawab yaa harus dikenai tindakan hukum baru tobat,” kesal Alfred, warga di wilayah Radamata, yang dimintai tanggapannya, Sabtu (31/05) pagi tadi, ketika nampak membawa jerigen untuk menimba air di taman Wisata Sweembak, Matawai.

PT. Nusantara, yang disebut sebagai kontraktor proyek ini, hingga kini belum bisa ditemui. Rudy Riwong, direktur dari Perusahan Kontraktor yang juga pemilik usaha supermaket di Kota Waingapu itu, oleh para pegawainya disebutkan sedang berada di Surabaya, ketika hendak ditemui Waingapu.Com yang coba menghubunginya via sms hanya dijawab, “OK, nanti saya sampe Sumba baru kontak kita ketemu,” tanpa menjelaskan lebih jauh kapan ia akan kembali.

Secara administratif pemerintahan, lokasi pekerjaan terletak di wilayah Kecamatan Kota Waingapu, namun karena lokasinya jauh dan agak terpencil, disinyalir menjadi salah satu pemicu proyek ini dikerjakan tidak sesuai kontrak.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.