Home > Berita > Di Sumba Barat: Krisis Material Plat Nopol

Di Sumba Barat: Krisis Material Plat Nopol

Waingapu.Com – Kelangkaan atau krisis material resmi plat Nomer Polisi (Nopol) kendaraan bermotor (Ranmor) masih terus berlanjut di sejumlah daerah di Pulau Sumba. Tiga kabupaten yakni Kabupaten Sumba Barat, Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya, yang masih merupakan wilayah hukum Polres Sumba Barat, juga tak luput dari kelangkaan lebih dari enam bulan terakhir.

iklan budi indah

Tidak heran jika hingga kini dengan mudah ditemui sejumlah Ranmor, khususnya roda dua beroperasi leluasa di jalanan kota walau tak dilengkapi plat nopol. Dari hasil pantaun di salah satu simpang paling ramai di Kota Waikabubak, dalam lima menit bisa 8 (delapan) hingga 10 (sepuluh) ranmor ruda dua melintas.

Polres Sumba Barat, khususnya Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat, seperti dijelaskan oleh Kapolres Sumba Barat, AKBP. M.Ischaq Said, melalui Kasat. Lantas, AKP. Indra Gilang K, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/06) siang kemarin, menegaskan, jajarannya tetap menggelar operasi penertiban yang lazim atau rutin dijalankan. Namun dalam operasi tersebut ada perlakuan dan pemahaman yang dibekali kepada petugas di lapangan. Juga petugas harus terus melakukan sosialisasi kepada warga yang terjaringatau sempat diperiksa dalam operasi.

”Kelangkaan material Plat Nopol Kendaraan memang terjadi sejak akhir tahun 2013 lalu. Jadi sbenarnya bukan hanya di Sumba Barat saja, tapi terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Terkait dengan itu, melalui petugas kami sudah dilakukan sosialisasi dengan kunjungan ke dinas dan kantor. Selain itu, dalam operasi penertiban, petugas kami telah diberikan pemahaman bahwa sepeda motor yang tidak miliki Plat Nopol adalah yang keluaran akhir 2013 ke atas. Jika di bawah itu tentunya layak untuk ditilang,”paparnya.

Lebih jauh dijelaskan Gilang, kekuatiran akan kelangkaan atau krisis juga terjadi pada blangko STNK dan BPKB. ”Informasi yang saya dapat katanya masih tender di pusat. Jadi kita harapkan dua atau tiga bulan kedepan, material plat Nopol juga blangko STNK dan BPKB sudah bisa disalurkan dari pusat. Hingga stok balngko BPKB dan STNK yang masih tersisa ini tidak serta merta habis sbelum datangnya blangko yang baru,” pungkasnya.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.