Home > Berita > Tutup Teller Tak Sesuai Jam Operasional, BRI Payeti Kecewakan Warga

Tutup Teller Tak Sesuai Jam Operasional, BRI Payeti Kecewakan Warga

Waingapu.Com – Jam operasi atau layanan kas dan teller sebuah bank lazimnya jam 08.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat. Setelah itu petugas akan beristirahat dan kas atau teller akan kembali buka pada pukul 13.00 hingga pukuk 15.00. Namun tidak demikian halnya yang terjadi di BRI Unit Payeti, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Jam operasi layanan kas dan teller yang lazim itu, mendadak tidak berlaku Selasa (24/06) hari ini.

Tak ayal kondisi itu membuat nasabah kecewa. Padahal sebagai sebuah bank yang dikenal cukup tua dan berpengalaman, kenyamanan dalam memberikan pelayanan kepada nasabahnya menjadi salah satu prioritas.

”Yang saya tahu setiap hari jam itu buka kas atau teller hingga jam duabelas siang. Lalu kemudian istirahat dan jam satu siang buka lagi. Ini sekarang tiba-tiba bilang sudah tutup, petugas teller ada istirahat,” urai Genes, seorang nasabah yang merasa kecewa karena tidak mendapat layanan seperti lazimnya.

Ama, seorang petugas SPBU yang hendak melakukan transaksi di Bank tersebut juga mengeluhkan hal senada. ”Yang saya tahu istirahat sampai jam satu siang, setelah itu buka sampai jam tiga bahkan jam setengah empat. Ini sudah hampir jam setengah tiga siang petugas tellernya masih keluar istirahat,” sesalnya.

Ketika realita dan kondisi itu hendak dikonfirmasi wartawan pada manager unit Bank tersebut, Satpam menyatakan Manager sedang keluar istirahat. Petugas bank yang lainnya juga berusaha keluar dan menghindari kamera wartawan dengan mengenakan helm. ”Bos ada keluar, kita tidak tutup tetap dilayani hanya sekarang teller lagi istirahat, tadi banyak layani orang tua penerima dana Beasiswa Miskin,” jelas Satpam.

Bisa jadi, karena merasa disoroti kinerja dan pelayanannya, pihak bank pun kemudian kembali membuka layanan kas dan teller sekira pukul 14.35 WITA. Umbu S. P.Dedy, manager BRI unit Payeti akhirnya bersedia dikonfirmasi wartawan. “Kami akan benahi pelayananan petuugas kami. Esok dan seterusnya hal ini tidak akan terjadi dan pelayanan akan normal seperti biasa,” janji Umbu.(ion)

Komentar

komentar