Home > Berita > Polemik Outsourcing PLN: Andreas Akhirnya Kibar ‘Bendera Putih’

Polemik Outsourcing PLN: Andreas Akhirnya Kibar ‘Bendera Putih’

Waingapu.Com – Andreas Ndjurumana, tenaga outsourcing (alih daya) yang sempat menyuarakan perilaku manajemen PT. PLN (Persero) Area Sumba dan Rayon Sumba Timur (Sumtim) yang dirasakannya tidak adil dan sepihak pada sejumlah instansi juga media massa akhirnya mengibarkan ‘Bendera Putih’ alias memohon maaf pada manajemen PT. PLN.

Jika sebelumnya Andreas lantang bersuara bahkan mendatangi kediaman wartawan untuk menyampaikan surat permohonan klarifikasi dan mohon keadilan secara langsung, surat permohonan maafnya pada manajemen PT. PLN yang tembusannya juga ke wartawan media massa di kota Waingapu, justru diantar oleh kurir yang mengaku utusan Andreas.

“Pak, saya ada antar surat ini dari Andreas, dia juga pesan agar jangan muat lagi berita, dia sudah minta maaf,” jelas Udin Meha, ketika mendatangi kediaman jurnalis Waingapu.Com, Senin (21/07) siang tadi.

Udin lebih jauh mengaku bahwa saat ia mengantar surat itu Andreas berada di Kantor Perwakilan PT. Trio Duta Pratama (TDP) di Waingapu. “Andreas ada di kantor, saya ini cleaning service di TDP, hanya disuruh antar dan omong itu,” jelasnya.

Adapun dalam surat berperihal pengakuan dan permohonan maaf yang ditandatangani Andreas Ndjurumana itu antara lain menjelas dan menegaskan, pihaknya membuat surat permohonan klarifikasi dan keadilan dengan tembusan ke sejumlah institusi itu didasari oleh rasa emosional dan kepanikannya karena akan diberhentikan dari pekerjaan.

Terkait dengan hal itu, sebagaimana dalam surat itu juga dikatakan Andreas menyatakan memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas tindakan itu juga pelanggaran lainnya yang telah dilakukannya. “Atas dasar penyesalan dan pengakuan saya ini, maka dengan berbesar hati saya menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada Bapak sebagai Manajer PT. PLN (Persero) Area Sumba dan Bapak Direktur PT. Trio Duta Pratama untuk ditindaklanjuti dan saya menerima dengan lapang dada apapun sanksi yang akan diberikan kepada saya, dan pada akhrinya sekali lagi saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Demikian surat pengakuan dan permohonan maaf ini saya buat dengan sadar dan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan pihak manapun” papar Andreas dalam bagian akhir surat itu yang juga ditembuskan antara lain pada Bupati, Ketua DPRD, Kadis Nakertrans Sumtim.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Andreas sempat menyatakan ia disarankan oleh pimpinan PT. TDP untuk membuat surat permohonan maaf ke PLN karena surat permohonan klarifikasi dan keadilannya telah terpublikasi media massa hingga menjadikan kinerja PT. PLN menjadi sorotan sinis publik.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.