Home > Ekonomi > Di Sumtim: Supir Angkot Hadang & Sweeping Angkudes

Di Sumtim: Supir Angkot Hadang & Sweeping Angkudes

iklan budi indah

Waingapu.Com – Warga diseputaran Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), Senin (25/08) pagi hingga jelang siang tadi dikejutkan

dengan aksi puluhan sopir angkutan kota (Angkot) yang melakukan aksi penghadangan dan sweeping pada Bus dan Angkutan Pedesaan (Angkudes) dari arah selatan dan timur kota Waingapu.

Informasi yang dihimpun saat peristiwa itu terjadi menyebutkan, aksi penghadangan dan sweeping itu kekesalan para sopir angkot pada sopir angkudes dan bus yang enggan masuk ke terminal Kawangu. Kondisi itu berdampak anjloknya pendapatan para supir angkudes.

Ketegangan dan nyaris adu otot sempat terjadi antara supir angkot dan supir angkudes saat menghadang dan menurunkan penumpang. “Kalau tidak puas jangan main hadang, lapor ke petugas biar petugas yang tertipkan kami, ini kan sama saja melanggar aturan dan sepelekan petugas,” tandas seorang supir Angkudes.

“Sudah kami sampaikan dari jauh hari, kemarin juga sudah tapi tetap ngotot. Memangnya kamu saja yang mau cari makan. Kalau mau melawan atau masih kepala batu mari sini kita adu,” kesal seorang supir angkot dibarengi sorakan rekan-rekannya.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang datang tepat pada waktunya akhirnya bisa menengahi dan mencegah keributan berlanjut. Oleh petugas bus, angkudes dan angkot bersama para supirnya lalu diarahkan ke Terminal Kawangu.

Ratusan penumpang bus nampak kesal, terkait peristiwa itu. Mereka merasa waktunya terbuang percuma padahal mereka mau bekerja dan mencari nafkah.  “Kami punya ayam bisa mati diatas bus kalau lama-lama ditahan. Kami mau kerja, kalau memang aturannya masuk terminal ya boleh diterapkan besok, hari ini mohon juga nasib kami dan jualan kami diperhatikan,” tandas Paulina, seorang penumpang asal Melolo.

Jajaran Dishub setempat akhirnya menggelar rapat dan dialog dadakan di pelataran terminal yang dipimpin langsung oleh Longinus Nganggur, Sekretaris Dishub setempat. Dialog itu akhirnya berujung kesepakatan pemberian dispensasi bagi bus dan angkudes untuk hari ini saja diperbolehkan tidak memasuki terminal. Namun tidak berlaku untuk hari-hari berikutnya, bus dan angkudes wajib masuk dan menurunkan seluruh penumpang di terminal.(wyn)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.