Home > Kriminal > Kasus pengancaman Jurnalis: Polisi belum Mampu Hadirkan Terlapor

Kasus pengancaman Jurnalis: Polisi belum Mampu Hadirkan Terlapor

Waingapu.Com – Penyidik Polres Sumba Timur (Sumtim) NTT hingga kini nampak belum mampu menghadirkan apalagi membekuk terlapor kasus pengancaman dan pelecehan terhadap Jurnalis MNC Media. Padahal kasus telah dilaporkan sejak tanggal 26/08 lalu atau hanya beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi.

Para petinggi Polres setempat, mulai Kasat. Reskrim, Wakapolres hingga Kapolres gantian melontarkan statement terkait kasus itu, namun realisasi dari statement itu berjalan tertatih-tatih.

Ditanya tentang perkembangan penanganan kasus dimaksud, sehubungan dengan penegasannya Rabu (10/09) lalu yang menyatakan akan memanggil terlapor dan disertai surat perintah untuk membawa dan atau menahan terlapor, Kasat. Reskrim Polres Sumtim, AKP.D.G. Anjasmara, malah memberikan pernyataan yang mengejutkan. “Sudah dikirim surat panggilan melalui lurah,” jelasnya melalui BBM nya, Jumat (12/09) siang kemarin.

Ditanya lebih jauh tentang dua panggilan sebelumnya yang tidak dipenuhi terlapor, padahal rumah dan alamat terlapor jelas, dan kenapa panggilan ketiga harus melalui lurah, Anjasmara kembali dengan BBM-nya menyatakan bahwa hal itu merupakan teknis penyidikan.

Yang paling mengejutkan adalah pernyataan Kasat Reskrim, ketika ditanya via BBM-nya apakah surat panggilan bagi terlapor kali ini dilengkapi surat perintah untuk membawa dan atau menahan sebagaimana ditandaskannya Rabu (10/09) lalu?

“Aduh saya tdk perhatikan tadi,” jawabnya singkat.

Inkonsistensi statemen pimpinan penyidik di satuan Reskrim. Polres setempat itu sudah tentu akan memancing, menambah bahkan menguatkan sinisme warga bahwasanya penanganan aneka kasus di Polres Sumtim, selalu menuntut kesabaran extra sekalipun itu untuk memperjuangkan dan menegakan keadilan.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, jurnalis MNC media diancam dan dilecehkan dengan umpatan dan cacian saat meliput event pacuan kuda di lapangan Rihi Eti, Prailiu (26/09) lalu. Terkait hal itu, dengan ditemani rekan-rekannya, periastiwa itu dilaporkan.

Dua orang saksi mata yang berada di TKP juga telah diambil keterangan dan membenarkan adanya peristiwa itu.(ion)

Komentar

komentar