Home > Ekonomi > Walau Dapat Beras bantuan & Raskin: Warga Pambotanjara Tetap ‘Gerilya’ Cari Ubi Hutan

Walau Dapat Beras bantuan & Raskin: Warga Pambotanjara Tetap ‘Gerilya’ Cari Ubi Hutan

Waingapu.Com – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga sejumlah aktivis yang tergabung ‘Save Sumba’ yakni sebuah

aksi spontan warga memang telah menyalurkan beras bantuan kepada warga disejumlah wilayah yang terdampak kekeringan dan terancam kelaparan atau rawan pangan. Namun demikian, warga tidak lantas menghentikan ‘gerilyanya’ menyusuri padang dan hutan untuk mencari ubi-ubian liar guna menjamin ketersediaan pangan mereka.

Seperti halnya yang dijumpai di Desa Pambotanjara, Kecamtan Kota Waingapu, Sabtu dan Minggu (25-26/10) siang kemarin. Warga yang ditemui berdalih, beras bantuan dan beras raskin yang telah dan akan diterima niscaya tidaklah bertahan lama.

”Mau berapa lama juga itu beras anak, saya dapat raskin paling lama dua minggu sudah habis. Kita banyak orang di rumah. Jadi kalau tidak cari iwi atau litang, kalau beras habis kita mau makan apa lagi?” jelas Toru May (58) warga yang ditemui ditengah semak belukar sedang menggali iwi itu.

Pencarian iwi dan ubi-ubian hutan lainnya ternyata tidak hanya dilakukan perorangan. Di desa yang sama tepatnya diarah Wainggai, justru ditemui warga yang mencari iwi secara berkelompok. Ada warga yang menggalli, ada yang mengguliti, kemudian ada pula yang kebagian mengiris dan menjemurnya.

”Kita sudah empat hari dengan ini cari iwi. Ada sekitar 10 orang kita. Ada iwi kita gali, ada litang kita ambil. Memang saya sjuga sudah dapat beras raskin. Tapi mau berapa lama juga tahan itu beras raskin yang hanya 38 kilogram. Kalau beras raskin sudah habis kita mau makan apa lagi kalau bukan kita cari dan makan ini iwi dan litang,” jelas Padji Djera (59), warga yang ditemui sedang menguliti iwi dan mengirisnya bersama warga lainnya dibawah pepohonan yang mulai meranggas daunnya karena kekeringan ditengah padang savana Wainggai itu.

Adapun Dinas Sosial setempat, telah mulai menyalurkan beras bantuan yang disiapkan ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan dan ancaman rawan pangan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) setempat, Pura Tanya, kepada wartawan beberapa menjelaskan sebanyak 65 desa yang tersebar pada 18 kecamatan mengalami dampak kekeringan dan kemarau panjang.

“Lebih dari 11.600 kepala keluarga atau lebih dari 58.400 jiwa terkena dampak kekeringan dan berpotensi rawan pangan, mereka tersebar pada 65 desa pada 18 kecamatan. Bupati telah memerintahkan kami instansi terkait untuk secepatnya menyalurkan 176 ton beras cdangan pemerintah kepad masyarakat yang membutuhkan,”paparnya kepada wartawan, di sela-sela mengawasi langsung pembagian beras bantuan di wilayah Kecamatan Matawai Lapawu pekan lalu.(ion)

Komentar

komentar