Home > Peternakan > Kapal Pengangkut Belum Tiba: Ratusan Ternak Tertahan di Karantina

Kapal Pengangkut Belum Tiba: Ratusan Ternak Tertahan di Karantina

Waingapu.Com – Ditengah kondisi harga daging sapi dihampir sebagian besar pulau Jawa masih tinggi dan belum juga stabil, ternyata tidak serta merta berdampak

peningkatan pendapatan signifikan pada para pemasok ternak potong di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Pasalnya lebih dari lima ratus ternak sapi masih tertahan di Kandang Karantina, Kota Waingapu.

Ratusan sapi-sapi yang rencananya akan dikirim ke Jawa, memang belum semuanya menjalani proses kir atau cek kelengkapan surat dan kesehatan oleh petugas Dinas Peternakan dan Karantina setempat. Namun juga belum bisa diantarpulaukan karena belum tibanya kapal pengangkut.

“Ini yang ada di kandang baik yang sudah di kir maupun belum hampir 500 ekor. Itu tinggal tunggu kapal datang bisa diantarpulaukan. Kendalanya hanya satu, sampai sekarang belum bisa dikirim karena belum ada kapal pengangkutnya,” jelas I Wayan Rudiyasa, Penanggungjawab Balai Karantina Pertanian kelas I Kupang, Wilayah Kerja Karantina Pertanian Waingapu, kala ditemui di sekitar kawasan kandang Karantina setempat, Kamis (13/08) siang kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan Wayan, jumlah sapi yang ada di Karantina ini sudah mendekati batas akhir kuota pengantarpulauan ternak yang diamanatkan oleh Gubernur.

“Kouta sampai akhir tahun ini yang tersisa 594 ekor. Yang ini saja dikandang sudah mau 500 ekor. Jadi tidak bisa sampai akhir tahun, ini sekarang bulan agustus saja yang sudah keluar sebanyak 3168 ekor sapi dari total kouta 3762 ekor,” paparnya.

Sejumlah pengusaha dan pemilik ternak yang ditemui disela-sela kesibukan mereka memantau dan mengurus ternak mereka berharap adanya penambahan kouta.

“Sekarang permintaan sapi di Jawa masih tinggi. Kedepan juga masih akan tinggi apalagi mau menjelang Idul Adha. Kalau bisa Gubernur beri tambahan kouta,” ujar salah satu pemilik sapi.

Seperti terpantau, tak hanya ternak sapi saja yang masih tertahan dan belum diantarpulaukan. Lebih dari 100 ekor kuda dan kerbau masih juga tertahan karena ketiadaan kapal pengangkut ke wilayah Jawa maupun Sulawesi yang merupakan pasar utama ternak asal Sumtim.(wyn)

Komentar

komentar