Home > Pendidikan > Nyatakan Cintamu Dengan Kelor: Memaknai Valentine Day Ala Tanggedu

Nyatakan Cintamu Dengan Kelor: Memaknai Valentine Day Ala Tanggedu

Waingapu.Com – “Katakan cinta dan sayangmu dengan bunga,” kalimat ini sudah sering terdengar dan namun tentu akan lain dan tak lazim jika dikatakan ‘Nyatakan

Cintamu dengan Kelor’. Yaa, ada banyak cara bisa dilakukan untuk menunjukan kasih sayang dan cinta, momentum hari Valentine (Valentine Day) adalah salah satu moment yang ditunggu dan dirayakan sebagian orang. Namun acapkali valentine day dirayakan dengan hura-hura dan bahkan mencemaskan orang tua, juga mengusik kenyamanan orang lain. Namun tidak demikian halnya di Desa Persiapan Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, anak-anak bersama warga lainnya justru merayakan hari valentine dengan Kelor, Minggu (14/02) kemarin siang.

Terik mentari tidak lantas membunuh semangat anak dan sejumlah warga Tanggedu kala memaknai hari Valentine dengan cara berbeda, mereka tetap antusias melakukan aksi simpatik berupa menyatakan kasih, sayang dan cintanya dengan alam sekitarnya. Berbagi cinta dan kasih dengan kelor dalam momentum hari Valentine mereka lakukan. Perbukitan dan lembah mereka tanami dengan stek kelor dengan spirit yang patut diapresiasi dan juga bisa menginspirasi.

“Kami tanam kelor dalam rangka hari kasih sayang. Kami ada lebih dari lima puluh orang anak-anak tanam kelor biar bisa tumbuh dan nantinya kami janji untuk merawatnya, hingga bisa subur dan bisa kami makan daunnya buat sayur,” jelas Lery, gadis belia berusia 12 tahun dengan semangat walau nampak jelas keringat di wajahnya belum surut mengalir.

“Kalau di kota-kota rayakan hari valentine dengan bertukar kado dan bahkan berhura-hura, kami di sini mau berbagi cinta dan sayang kita dengan alam. Kami menanam stek kelor ini selain untuk penghijauan juga nantinya bisa dijadikan sumber pangan dan gizi warga,” jelas Kabula Hariangu, Penjabat Kepala Desa Persiapan Tanggedu.

“Merayakan dan memaknai hari valentine dengan cara simpatik, jauh dari hura-hura, bahkan dilakukan dengan cara berbagi kasih, sayang dan cinta dengan alam, seperti yang dilakukan warga Tanggedu ini layak diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi anak dan remaja serta siapapun yang merayakan Valentine Day di manapun berada. Dalam keterbatasan dan keterkucilannya justru warga dan anak-anak di sini melakukan sesuatu untuk menunjukan terima kasih dan cintanya pada alam,” jelas Umbu Nababan, motivator aksi juga Manager Area Konsorsium Hijau Sumtim, dalam sambutannya sebelum aksi simpatik tersebut digelar.(ion)

Komentar

komentar