Home > Berita > 2015 Hingga Maret 2016, Ratusan Rumah Jadi Korban Jago Merah

2015 Hingga Maret 2016, Ratusan Rumah Jadi Korban Jago Merah

Waingapu.Com – Kecil jadi sahabat, besar dan tak terkendali akan menjadi musuh yang tak kenal kompromi, itulah api si jago merah. Di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, sepanjang tahun 2015 hingga bulan Maret 2016 ini, sudah lebih dari 150 unit rumah penduduk jadi bukti keganasannya.

Ratusan rumah warga yang terbakar itu tentunya menciptakan kepanikan dan kemalangan bagi masyarakat dan korban keganasan si jago merah, menjadi realita tak terperikan.

Tidak adanya armada Pemadam Kebakaran (Damkar), di kota Waingapu, Sumtim memperparah kondisi akhir dari unjuk kekuatan sang jago merah.

Menurut data Dinas Sosial, Kabupaten Sumtim, sepanjang tahun 2015 silam, 127 unit rumah warga menjadi korban lalapan api.

“Tahun 2015 lalu data yang kami milik sebanyak 127 rumah warga habis terbakar. Untuk tahun 2016 ini saja, sudah lebih dari duapuluh rumah yang terbakar,” jelas Pura Tanya, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Sumtim, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Pihak Dinas Sosial, demikian lanjut Pura Tanya terkait dengan kondisi tersebut hanya bisa memberikan bantuan semampunya terutama bantuan emergency dan kesigapan unit Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Kapan saja dan dimana saja di Sumba Timur ini, apapun jenis bencananya kami selalu ambil bagian dalam membantu korbannya semampu kami, seperti memberikan bantuan emergency. Kalau untuk bencana kebakaran, jujur saja kami penuh dengan keterbatasan. Kami tidak punya unit khusus pemadam kebakaran, kami hanya punya satu unit truk tangki itulah yang kami bisa optimalkan untuk membantu memadamkan api, juga membantu menyelanatkan harta benda korban bersama Tagana yang selalu kami siagakan,” papar Pura Tanya.

Banyaknya rumah yang jadi korban kebakaran, sudah tentu menjadi bukti telah banyak hati yang miris, juga banyaknya air mata yang tertumpah. Pengadaan dan kesiapan armada pemadam kebakaran di Kabupaten Sumtim sudah sangat urgen dan tidak bisa lagi dianggap sepele, karena walaupun tak bisa menjawab dan menuntaskan kerugian para korban kebakaran namun paling tidak bisa mengurangi beban atas dampak kebakaran yang diderita.(wyn)

Komentar

komentar