Home > Sosial > Dinsos Sumtim Curiga KIS Belum Optimal Tersalurkan

Dinsos Sumtim Curiga KIS Belum Optimal Tersalurkan

iklan budi indah

Waingapu.Com – Kebijakan Pemerintah Pusat dalam bidang kesehatan adalah menerbitkan dan menyalurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Berbekal KIS, masyarakat yang masuk kategori miskin dan berpenghasilan rendah tetap bisa dilayani pada unit-unit kesehatan milik pemerintah bahkan swasta. Namun sayangnya penyaluran KIS hingga kini terasa belum optimal, demikian intisari pengamatan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT.

“Saya curiga KIS belum tersebar optimal atau belum semuanya sampai kepada penerimanya. Bahkan beberpa kali saya dan staf saya mendapatkan keluhan langsung dari masyakarat bahwa mereka belum menerima KIS walaupun sebenarnya sebelumnya mereka menerima Jamkesmas atau Jamkesda. Yang saya tahu penerima Jamkesmas atau Jamkesda inilah yang juga berhak menerima KIS setelah pemerintah pusat mengeluarkan Program itu,” jelas Pura Tanya, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kab. Sumtim, kala ditemui di ruang kerjanya pekan silam.

Masih jelas Pura Tanya, banyaknya warga yang setiap hari datang mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk kelengkapan administrasi perawatan keluarganya di berbagai Rumah Sakit di Kota Waingapu, menjadi salah satu faktor makin besarnya kecurigaannya KIS belum tersalur optimal.

“BPJS sini bebeberapa waktu lalu menyatakan bahwa penerima KIS di Sumba Timur lebih dari 149 ribu orang. Namun setiap hari minimal kami melayani tiga puluh hingga empat puluh orang yang datang mengurus SKTM. Idealnya kalau sudah ada KIS atau mendapatkan KIS tentu makin berkurang warga yang mengurus SKTM,” imbuh Pura Tanya.

Adapun penyaluran KIS, demikian jelas Pura Tanya, oleh pihak ketiga diserahkan kepada desa dan kelurahan untuk selanjutnya diserahkan kepada warga yang berhak.

“BPJS menyatakan telah tersalur seratus persen, tapi saya tidak yakin telah tersalur ke masyarakat seluruhnya. Bisa saja tersalurnya seratus persen ke desa dan kelurahan. Untuk memastikannya saya telah menugaskan tim TKSK ke lapangan untuk memastikan kartu itu sudah sampai ketangan warga yang berhak atau tidak,” urai Pura Tanya.(wyn)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.