Home > Berita > Warga Dumay Tanggapi Pemberitaan Proyek di Sumtim

Warga Dumay Tanggapi Pemberitaan Proyek di Sumtim

Waingapu.Com – Pemberitaan media massa terkait kegiatanproyek-proyek pembangunan di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) yang kemudian dishare ke media sosial (medsos) Facebook memancing tanggapan para warga ‘Dunia Maya’ (Dumay).

Apresiasi bernada kritis disuarakan sejumlah account didumay untuk menyatakan kepeduliannya. Seperti halnya account Umbu Hucky Pandjandji digroup Info Waingapu.

“Jalan hanya sepotong tp banyak deker. Dana habis di deker tok sisanya baru landasan jalan itupun dgn campuran matrial yg tdk standar sehingga kekuatan dan umur jln tdk lama dan cepat kropos dan berlobang kembali”

Kalimat bernada kritis lainnya juga dilontarkan account Haryanto Wadu Laga Wuy. “kalau jalannya menghalangi daerah aliran air, sudah pasti ada deker, tapi kalau masalah
penggunaan material sudah seharusnya juga dipertanyakan, karna secara umum kita tahu pasir gunung di SUMTIM bagaimana, tapi pasir kali juga tidak semua layak menjadi campuran beton harus perlu diuji. dalam berita ini sudah ada kalrifikasi bahwa pasir gunung nya sudahme lewati uji lab, yang patut kita pertanyakan apa iy?”

Andreas Dunga, juga punya tanggapan yang tak jauh beda dalam accountnya. “Mau cari murah spy untung besar yach, pakai pasir gunung. Yg pasti kwalitasnya tdk baik krn pasir gunung tdk sebagus pasir sungai.antara pasir dgn tanah 60:40.”

Nada kritis yang seirama dengan yang didengungkan account Victor Rebo. “Byk proyek yg menggunakan pasir yg tdk layak pakai krn pasir sungai mahal makax cari murah meriah, akibatx mutu yg tdk di lihat”

Otniel Pa juga membagikan tanggapan dan cuplikan pemberitaan ke group Sumba News. ”Hahaha…”Semua sudah di uji lab dan sesuai spek…. “yang uji itu siapayaa..??? orang buta huruf saja tau kalo pasir bercampur tanah dipakai sebagai bahan campuran semen hasilnya tdk akan rapuh…… atau mmg standar kualitasdari Dinas PU mmg sudah seperti itu..??? ‪#‎StopTipuTipu”

Adapun lebih dari sepekan terakhir, pemberitaan terkait kekuatiran hingga nada kritis terkait kegiatan proyek pembangunan penataan pemukiman dan infrastruktur yang dilakukan oleh PT. Alam Flores KSO PT. Erom senilai lebih dari Rp. 18,4 Miliar yang bersumber dari APBN murni. Juga nada yang sama untuk proyek peningkatan jalan Kawangu – Tana Rara yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Teratai yang mana menelan dana lebih dari Rp.3,9 Miliar dari APBD Sumtim.(ion)

Komentar

komentar