Home > Berita > Matawai Maringu & Kataka, Marak Bakar Padang & Belalang

Matawai Maringu & Kataka, Marak Bakar Padang & Belalang

iklan budi indah

Waingapu.Com – Aksi pembakaran padang yang lazim terjadi setiap memasuki musim kemarau kembali marak terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Aksi pembakaran ini seakan berjalan seiring dengan maraknya hama belalang kembara yang muncul disejumlah wilayah Kabupaten yang bermottokan Matawai Amahu Pada Njara Hamu ini.

Seperti yang disaksikan di hamparan padang Sabana di wilayah Desa Matawai Maringu dan Desa Kataka, Kecamatan Kahaunga Eti, beberapa hari lalu. Selain asap yang masih menggelayut diatas hamparan padang, juga warna hitam akibat rerumputan dan belukar yang terbakar membentang panjang bak permadani raksasa. Beberapa bagian juga masih dapat ditemui api yang berkobar menunjukan dominasinya.

Sementara di sisi lain hamparan padang Sabana, belalang beterbangan menghindari asap dan nyala api, sementara dibeberapa bagian badan jalan, belalang yang masih berukuran kecil, belum bersayap atau seukuran satu ruas jari orang dewasa, berlompatan dan merayap mencari tempat lebih ideal untuk bertumbuh.

“Ini sudah dari bulan Juni lalu belalang ada, kalau bakar padang ini tidak tahu siapa yang bakar. Bisa orang yang gembala, bisa juga orang yang lewat lempar puntung rokok, kemudian api merambat dan besar begini. Bisa juga karena jengkel lihat ini belalang banyak,” jelas Umbu Yiwa, salah seorang warga desa Kataka yang ditemui kala melintasi jalanan desa yang saat itu digelayuti asap.

Padang yang dibakar, demikian lanjut Umbu Yiwa, memang bisa juga mematikan belalang, tapi juga bisa mempemcepat menetasnya belalang. ”Kalaubakar begini, belalang yang kecil memang mati, tapi telurnya ada dibawah tanah, tinggal nanti tumbuh rumput hijau, ada embun atau hujan sedikit menetas sudah belalang. Untung sekarang kami sudah panen, tapi kalau belalang masih banyak begini, kami kuatir juga nanti mau tanam,” imbuh Umbu Yiwa.

Adapun penyebaran hama belalang Kembara masih terus mencemaskan warga. Selalu saja muncul koloni-koloni belalang baru, sekalipun upaya pembasmian terus dilakukan baik dengan menggunakan pestisida dengan dukungan atau kucuran dana yang tidak sedikit.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.