Sabtu, Juni 24, 2017
Home > Berita > Proyek Jalan & Drainase Jadi Polemik di Medsos

Proyek Jalan & Drainase Jadi Polemik di Medsos

Waingapu.Com – Banyak cara yang dilakukan warga untuk menunjukan perhatiannya pada kegiatan proyek pembangunan di wilayahnya. Seperti yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, warga menggunakan media sosial (medsos) Facebook (FB) untuk mengkritisi kualitas maupun untuk mengungkapkan temuannya di lokasi proyek. Sudah pasti langkah ini memicu polemik.

Seperti halnya postingan terkait kerusakan yang ditemukan pada bangunan drainase melintang (deker) pada proyek peningkatan jalan dan jembatan ruas Kawangu – Tanarara, yang mana dipostingnya foto dan kalimat bernada kritikan dan sinisme pada group Sumba News. Dalam postingan di group yang beranggotakan lebih dari 29 ribu account FB itu terlihat foto deker dan bangunan penunjangnya retak bahkan pecah.

Terpantau hingga berita ini ditulis, enam puluh komentar telah diberikan terkait postingan itu. Bahkan oleh sejumlah account telah dishare (dibagikan) yang mana tentunya bukan mustahil komentar-komentar akan kembali bertambah seiring waktu.

Terkait hal itu, awak media Rabu ( 31/08) siang kemarin melakukan crosscheck ke lokasi proyek. Yang mana menemukan fakta bahwasanya kerusakan tersebut benar adanya, namun telah diperbaiki oleh pihak kontraktor.

PT. Teratai, kontraktor pelaksana proyek ini, melalui Saleh Sandriman, selaku General Superintendet (GS), yang ditemui di lokasi proyek membenarkan terjadinya kerusakan. Namun membantah tegas kerusakan disebabkan oleh rendahnya kualitas material.

“Kita tadi sama-sama sudah lihat, bahwa apa yang diposting itu memang betul ada kerusakan tapi bukan masalah dimaterial tetapi itu ada kesalahan teknis ada kesenggol dari alat, alat yang sedang bekerja sehingga bibir deker, aa laning dan jadi hanya pecah sedikit saja dan bukan masalah di kualitas material. Mungkin itu saja penjelasan dari saya,” papar Saleh seraya membenarkan telah dilakukan perbaikan.

Senada dengan Saleh, Dinas Pekerjaan Umum Sumtim, melalui Kepala Bidang (Kabid. Bina Marga), Christofel Malo Umbu Pati, Selasa (30/08) petang, memberikan penjelasan seputar kerusakan yang diposting di jejering pertemanan FB tersebut.

“Itu pecah dan rusak karena tersenggol excavator. Hal itu terjadi karena rencananya mau mobilisasi alat. Jadi bukan karena kualitas material. Tapi tetap terima kasih untuk saran
dan kritikan yang disampaikan,” jelasnya kala menghubungi Waingapu.Com via telepon selularnya.

Proyek pembangunan jalan dan jembatan, dengan nama paket peningkatan jalan Kawangu – Tanarara ini menelan anggaran lebih dari Rp. 3,9 miliar, yang bersumber dari APBD Sumtim tahun 2016, dan dialokasikan ke Dinas Pekerjaan Umum, khususnya Bidang Bina Marga.(ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *