Home > Kesehatan > Di Waingapu, Balita dengan Luka & Patah Tulang Diterlantarkan

Di Waingapu, Balita dengan Luka & Patah Tulang Diterlantarkan

Waingapu.Com – Ruth Rade Pah, seorang Kader Perlindungan Anak, Rabu (07/09) siang kemarin, mengantar seorang balita bersama seorang nenek ke Dinas Sosial

Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Balita yang kemuidan diketahui bernama Dua Ana itu, dibawa dalam kondisi menggenaskan, karena menderita gizi buruk serta luka dan patah tulang. Tak hanya itu, balita ini juga ditelantarkan orang tuanya.

Ruth Rade, kepada wartawan dan pimpinan serta staf Dinas Sosial setempat menyatakan, balita tersebut bersama sang nenek ditemukan dalam kondisi kalut dan bingun dalam sebuah bus angkutan pedesaan.

“Saya ketemu mereka di bus Pak, saya tanya mau kemana, Nenek ini bilang mau ke Kampung Sabu. Lalu saya tanya, Nenek, ini anak macam ada sakit ee? Nenek ini bilang iya dia ada sakit, sambil kasih tunjuk luka yang ada dibawah perut balita juga bekas luka yang diduga karena siram air panas. Saya langsung inisiatif saja bawa ke rumah sakit, dan Nenek itu setuju. Setelah ditimbang baru tahu beratnya hanya enam kilo lebih, juga dipastikan ada patah tulang di paha kanan, luka di bawah perut dan juga gejala TBC, dan bekas luka diperut dan dada,” papar Ruth.

Tidak banyak keterangan yang bisa digali dari Nenek yang kemudian diketahui ternyata bukan Nenek kandung balita malang itu. Nenek yang tidak mampu berbahasa Indonesia dengan sempurna itu hanya mengaku, orang tua balita setelah titipkan anaknya kemudian hilang tak diketahui keberadaannya hingga kini.

Dinas Sosial setempat, menyikapi kedatangan Balita dan Nenek ini dengan sigap. Yang mana oleh seorang staf Dinas, balita dan sang Nenek dibawa untuk perawatan lebih lanjut ke Rumah Sakit.

“Balita itu akan terus dalam dampingan kami. Kami juga berterima kasih pada LPA Sumba Timur yang siap membantu kami untuk mengurus Balita ini. Fokus kami merawat Balita ini dan juga nenek yang juga miskin dan terlantar itu. Rencana LPA untuk mencari tahu keberadaan orang tua Balita dengan cara membuatkan laporan ke Polisi tentunya kami tetap apresiasi positif,” tandas Pura Tanya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumtim, yang ditemui terpisah beberapa saat berselang.(ion)

Komentar

komentar