Home > Ekonomi > Tol Laut Tidak Berdampak Turunnya Harga di Sumba Timur

Tol Laut Tidak Berdampak Turunnya Harga di Sumba Timur

iklan budi indah

Waingapu.Com – Pelabuhan Nusantara Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT sudah hampir setahun terakhir selalu disinggahi oleh Kapal Tol Laut dan bahkan

Kapal Roro. Namun demikian hal itu tidak berdampak pada turunnya harga-harga barang di pasaran.

Hal itu dikemukakan warga, menanggapi kunjungan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Minggu (30/10) lalu ke Sumtim. Warga menyatakan hal itu kepada wartawan ketika ditanyai dampak positif dari beroperasinya Kapal Tol Laut dari dan ke Kota Waingapu.

“Banyak toko-toko besar di sini yang muat barang pakai kapal tol laut, tapi tetap saja harganya jualnya mahal. Seperti contoh gula pasir saja, sekarang masih tetap empat belas sampai lima belas ribu rupiah perkilo. Dulu sebelum ada tol laut harganya juga sama begitu bahkan lebih murah,” jelas Andi seorang warga Kelurahan Kambadjawa, Kota Waingapu.

Masih menurut warga lainnya yang terangkum keluhannya saat itu, tak hanya gula dan bahan sembako lainnya yang masih tinggi, harga bahan bangunan juga tinggi. Padahal para pemasok bahan-bahan bangunan banyak yang menggunakan kapal tol laut.

Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber-sumber di area pelabuhan Nusantara Waingapu menyebutkan, harusnya harga barang sudah bisa lebih murah dan bersaing. Karena tarif vracht kapal (ongkos pemuatan) dari pulau Jawa ke Kota Waingapu perkontainernya hanyalah empat juta rupiah.

“Kalau vracht kapal ekspedisi atau kapal kargo umum, bisa sebelas juta rupiah perkontainer. Kalau tol laut hanya empat juta perkontainer karena ada subsidi. Ini bukannya harga turun tapi tetap saja tinggi. Bisa jadi ini ada permainan atau kong kalikong antara oknum pengusaha di sini dengan pengirim barang dari pulau Jawa. Baru Dinas Perindag di sini juga macam tidur saja,” urai sumber tersebut.

Kapal tol laut justru hanya berdampak pada pengusaha yang tersenyum riang sehubungan dengan rendahnya tarif ataupun biaya yang dikeluarkan, dan telah memproyeksikan keuntungan yang bakal diraih.

Semoga harapan Menteri Perhubungan yang menyatakan akan memantau terus permasalah di Pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi kapal tol laut lewat tim yang dibentuk dan dikirimnya akan berhasil memberikan dampak langsung bagi perubahan perilaku pengusaha dan pelaku-pelaku utama bisnis dan pelayanan di Pelabuhan, yang bermuara pada kepuasan rakyat.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.