Home > Lingkungan Hidup > Pohon Tumbang Dalam Kawasan, Warga Minta TN Lebih Gesit

Pohon Tumbang Dalam Kawasan, Warga Minta TN Lebih Gesit

iklan budi indah

Waingapu.Com – Hujan deras yang disertai angin kencang, sudah mulai melanda beberapa wilayah di Pulau Sumba, NTT. Dan yang paling sering menjadi langganan

curahan hujan tinggi adalah kawasan-kawasan konservasi dan Taman Nasional (TN).

Hujan dengan intensitas tinggi di areal TN berpotensi atau rawan berdampak tumbangnya pepohonan. Acapkali pepohonan itu menutupi badan jalan yang tentunya berdampak terganggunya kenyamanan lalu lintas kendaraan yang melintasinya.

Kawasan TN Manupeu, Tanadaru misalnya, dalam beberapa pekan terakhir dapat ditemui adanya pohon yang tumbang dan bahkan memakan badan jalan. Terkait hal ini, warga yang melintasi jalan secara swadaya dan dengan peralatan seadanya berusaha untuk mengatasi ketidaknyamanan itu. Namun tetap menaruh harap agar intansi terkait dalam hal ini Balai Taman Nasional Lai Wanggi Wanggameti dan Manupeu Tanadaru, gesit dan lebih reaktif menyikapinya.

“Ini kan kawasan Taman Nasional, kalau ada pohon kecil yang tumbang ya kita bisa angkat kasih pinggir sedikit, kalau ada pohon besar tentu kita sulit juga atur kasih pindah atau geser. Kalau kita mau potong juga takut salah, jadi tolong petugas Taman Nasional cepat dan gesit, jangan tunggu ada korban orang celaka,” jelas Ama salah seorang pengendara sepeda motor yang melintasi di areal TN Tanadaru.

“Bagusnya setiap habis hujan besar, petugas Taman Nasional patroli di lintas jalan yang melintasi Taman Nasional, kan ada mobil dan motor patroli, bawa memang alat untuk bisa potong dan singkirkan pohon-pohon yang tumbang di jalan. Ini masih mendingan, nanti kalau hujan sudah lebih sering turun, pasti akan lebih banyak pohon lagi yang tumbang ,” saran Maxi One, seorang pelintas jalan yang hendak melakukan perjalanan dengan mobilnya ke Anakalang, kala ditemui di areal kawasan TN Manupeu beberapa hari silam.(wyn)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.