Home > Lingkungan Hidup > Bom Ikan Marak, Urgen! Keberadaan Polair di Sumba

Bom Ikan Marak, Urgen! Keberadaan Polair di Sumba

iklan budi indah

Waingapu.Com – “Sebenarnya dari aspek kepentingan, kita sangat memerlukan adanya Pol Air. Kami sudah secara informal sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Dit

Pol Air Polda NTT. Ini masih dalam proses assessment karena untuk membuat sebuah struktur baru banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” jelas Kapolres Sumba Timur (Sumtim), NTT, AKBP. Alfis Suhaili, kepada wartawan ketika dimintai tanggapannya perihal urgensi Polisi Perairan di wilayah hukum Polres Sumtim.

Lebih lanjut Alfis, yang ditemui pekan lalu di ruang kerjanya itu menuturkan, pembentukan Satuan Polisi Perairan (Sat-Polair) membutuhkan cukup banyak persyaratan. “Draftnya sudah kita siapkan dengan cukup lengkap, namun satu hal yang cukup jadi kendala adalah masalah lahannya. Karena lahan untuk Polair tentunya harus dekat air atau laut. Kami akan coba komunikasikan dengan Pemkab, mungkin saja ada tanah yang bisa dihibahkan untuk hal ini,” imbuhnya.

Seiring dengan wacana maupun usulan agar POSAL Waingapu menjadi Pangkalan Angkatan Laut (LANAL), Alfis juga menyatakan dukungannya sembari memberikan sedikit catatan.

“POSAL jika ditingkatkan menjadi LANAL tentunya menjadi khabar gembira buat kita, apalagi dengan kondisi saat ini laut kita rawan pemboman ikan. Karena aksi pemboman ikan itu kadang terjadi di luar jarak dua belas mil laut. Polair kewenangannya maksimal dua belas mil laut, jadi kalau sampai terealisasi LANAL maupun Polair tentu akan bisa bersinergi amankan laut di Sumba. Dan letaknya memang potensial di Sumba Timur karena dua pertiga wilayah perairan di Sumba ini ada di wilayah Sumba Timur,” tandas Alfis.

“Jika lahan untuk membangun kantor maupun sarana penunjangnya sudah ada baik karena dihibahkan Pemkab maupun masyarakat, tentu akan lebih mudah untuk merealisasikan keberadaan Polair di Sumba. Pada prinsipnya pejabat utama di Polda NTT sudah setuju hanya persoalan lahan yang memang menjadi sandungan utamanya. Karena percuma kalau kita usulkan struktur organisasi Polair di Sumba tapi ketika ditanya kantornya dimana, mental jadinya,” tambah Alfis.

Kembali Kapolres Sumtim itu menegaskan, keberadaan Polair di Sumba dipandang sangat urgen karena aneka faktor, selain karena aksi pemboman ikan yang kini kembali marak, juga tak bisa dipungkiri wilayah administrasi Pulau Sumba khususnya Kabupaten Sumba Timur berada di perbatasan negara lain atau menjadi wilayah terluar RI. Polair bisa menjadi ujung tombak dalam kegiatan patroli dan penanganan pertama terhadap tindak pidana dan pencarian serta penyelamatan kecelakaan di wilayah perairan dan juga pembinaan masyarakat pantai/perairan.

Adapun di NTT, satuan Polair telah ada di sejumlah wilayah, diantaranya di Pulau Timor tepatnya di Kupang, sedang di Pulau Flores dan sekitarnya telah ada di Polres Sikka dan Labuhan Bajo.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.