Home > Lingkungan Hidup > Warga Kahawa – MauLumbi Tangkap & Kuliti Buaya Betina

Warga Kahawa – MauLumbi Tangkap & Kuliti Buaya Betina

tangkap buaya

iklan budi indah

Waingapu.Com – Sejumlah Warga Kampung Kahawa, Kelurahan Maulumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Rabu (12/04) siang hingga

jelang sore kemarin disibukan dengan aktivitas menguliti dan membedah kulit dan perut seekor buaya. Aktifitas itu dilakukan pada seekor buaya betina seukuran sekira 2,70 meter di pelataran kampung di sisi pekuburan leluhur.

Disaksikan kala itu, buaya yang dibalik itu kemudian disayat kulitnya mulai dari perut hingga ke ujung ekor dan selanjutnya sayatan parang tajam diarahkan ke dada hingga rahang bawah buaya. Proses ini dilakukan oleh tiga orang dengan dipimpin Adrianus Madja Maukonda (35) yang merupakan pentolan utama perburuan dan pembunuhan buaya dalam beberapa hari terakhir.

Adapun Madja menjelaskan, buaya itu ditangkapnya bersama warga lainnya, Selasa (11/04), dan kemudian diseret dan diarak ke kampung Kahawa.

“Ini saya pakai tombak, sebenarnya saya incar bukan dia tapi karena dia yang muncul ya saya tombak. Ada enam ekor yang sudah kena tombak tapi berhasil lepas. Saya masih akan cari terus,” tandas Madja.

tangkap buaya

Sejumlah warga yang menyaksikan pembedahan dan proses menguliti buaya itu juga menaruh harapan adanya potongan tubuh warga maupun ternak di dalam perut buaya. Namun asa itu tak bersambut sekalipun sebelum dan saat dikuliti dan dibedah, aroma amis dan anyir menyeruak dan menyebar.

Kulit buaya nantinya akan dikeringkan dan disimpan Madja, sedangkan untuk daging buaya akan dikuburkan jadi satu atau bersisian dengan kuburan buaya yang pernah ditangkap Madja tahun lalu yang lokasinya berada sejajar dengan kuburan-kuburan megalith leluhur kampung.

“Ini kita kubur sebentar dekat atau satukan dengan buaya yang lalu saya tangkap. Itu kubur buaya yang paling besar sudah yang pernah saya dapat,” timpal Madja.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.