Home > Berita > Perbaikan & Pembangunan Jembatan Luku Mihi Terkendala Mekanisme Anggaran

Perbaikan & Pembangunan Jembatan Luku Mihi Terkendala Mekanisme Anggaran

Waingapu.Com – Jebol dan ambruknya jembatan Luku Mihi di wilayah desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, selain berdampak pada

mandeknya arus transportasi dari dan ke Kabupaten Sumba Timur dari arah utara, juga menimbulkan permasalahan anggaran perbaikan dan pengerjaan jembatan baru.

Hal itu dijabarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumtim, Yulius Ngenju kepada wartawan di lokasi jembatan Luku Mihi, Senin (17/04) siang kemarin.

“Praktis jembatan ini tidak bisa dipakai atau dilintasi kendaraan roda empat atau lebih. Bahkan kendaraan roda dua juga berisiko. Tidak ada jalan lain selain dibuatkan jembatan baru. Namun kendalanya adalah anggarannya. Pasalnya APBD 2017 telah ditetapkan pada bulan November tahun lalu, juga disisi lain anggaran tidak terduga atau penanggulangan darurat hanya satu miliar rupiah. Sementara setelah kita hitung untuk membangun jembatan ini perlu dana lebih dari dua miliar rupiah,” jabar Yulius.

Kendati temui kendala anggaran, demikian imbuh Yulius, pemerintah tetap berupaya untuk menanggulangi permasalahan jebol dan ambrolnya jembatan dengan solusi alternatif, mengingat jembatan ini terletak pada jalur strategis Propinsi juga jalur utama kawasan Pantai Utara (Pantura) Sumtim.

“Untuk penanggulan jangka pendek, akan disiapkan jalur alternatif. Terkait itu, masyarakat sekitar yang lahannya dipakai untuk jalur darurat atau alternatif telah didekati dan mereka maklum atas dasar kepentingan umum. Karena jika tidak segera tertanggulangi, warga di wilayah utara terisolir karena jalur ini menghubungkan Kabupaten Sumba Timur dengan Kabupaten Suumba Tengah, Sumba Barat bahkan Sumba Barat Daya,” tandas Yulius.

Senin siang kemarin, selain Plt. Kadis PU, Kepala Bidang Bina Marga, Christofel M. Umbu Pati dan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Gerald H. Palekahelu juga turun ke lokasi guna langsung meninjau lokasi jalur alternatif juga melakukan kajian lapangan dan melakukan pendekatan dengan para pemilik tanah dan lahan yang akan dilalui jalur alternatif.(ion)

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.