Home > Ekonomi > Warganet Tanggapi Berita Mahalnya Bawang Waingapu

Warganet Tanggapi Berita Mahalnya Bawang Waingapu

diskusi harga bawang

Waingapu.Com – Masih mahalnya harga bawang putih dan bawang merah tak dipungkiri menjadi topik pemberitaan sejumlah media massa. Media cetak, elektronik maupun media online mengangkat fenomena kenaikan harga yang lazim terjadi saban jelang hari-hari besar keagamaan itu.

Pemberitaan seputar harga tinggi bawang putih dan merah tak hanya mengundang pendapat dari para ibu rumah tangga hingga pengamat ekonomi, tapi juga memantik pendapat para warganet via jejaring sosial facebook misalnya.

Sebagaimana diberitakan media ini, harga bawang putih mencapai tujuh puluh lima ribu bahkan pernah menyentuh hingga delapan puluh ribu rupiah perkilogramnya. Demikian pula bawang merah, hingga kini masih diharga dua puluh ribu rupiah atau bahkan diatasnya untuk sekilonya.

“Ketimbang main di lahan tebu mending main di kebun bawang, lombok, tomat. Hehe… Ternyata pasokan bawang kita masih dari seberang lautan sana, kenapa tidak kembangkan dan produksi sendiri lagi?…” urai account Dedy Febrianto Holo, dalam status Fbnya saat menshare berita dari waingapu.com ke group Sumba News, beberapa saat lalu.

Status yang kemudian menjadi bahan diskusi beberapa warganet. “Inilah keajaiban kita disumba ..bosss..lbh cinta masukan dari luar daripada mencintai hasil tanamn sendiri… untuk apa para petani tanam sayur banyak baykn kalau jerih payah mereka tdk di hargai nilai jualnya? tanggap Magdalena Djola, dalam diskusi jagad maya itu.

Harapan agar pemerintah menyikapi persoalan dimaksud juga tetap mengemuka dalam diskusi warganet ini. Diskusi yang berkembang dari ‘siung-siung bawang’ yang diangkat menjadi pemberitaan dan jadi fenomena periodik itu.(ion)

Komentar

komentar