Home > Budaya > Sumba Tengah & Sumba Barat Serius Sambut Festival Sandalwood

Sumba Tengah & Sumba Barat Serius Sambut Festival Sandalwood

Festival Tenun Ikat

Waingapu.Com – Pemerintah dan masyarakat Kabupateen Sumba Tengah (Sumteng) dan Sumba Barat (Sumbar) serius dan antusias menyambut dan berpartisipasi dalam pelaksanaan event Festival Sandalwood yang dipadukan dengan parade kuda Sandalwod serta parade kain tenun beserta para penenunnya.

Keseriusan dan antusiesme pemerintah dan masyarakat dua kabupaten itu nampak jelas dalam penyambutan dan penyelenggaraannya. Bupati Sumteng, Umbu Sappi Pateduk bahkan ikut ambil bagian dalam tarian memeriahkan event ini. Dengan berbalut busana khas Sumba, Umbu Bintang, demikian Bupati Sumteng ini disapa, menghunus parang dari warangkanya sembari beberapa kali memekikan yel-yel khas Sumba bersama para penari lainnya.

Dalam festival yang juga dilengkapi atraksi parade 250 kuda Sandalwood dan penunggangnya lengkap dengan aksesorienya itu, Umbu Bintang menyampaikan harapannya agar festival ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan wisata Sumba dan terus berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Sumbar, Agustinus Niga Dapawole, dalam event serupa di kota Waikabubak, Sabtu (08/07) siang tadi berharap event ini bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Selain itu, dalam event yang juga diwarnai dengan atraksi tenun dari ratusan penenun yang berasal dari Kecamatan-Kecamatan se-Sumbar itu, Bupati yang dikenal supel itu juga menaruh asa yang sama agar event ini terus berkelanjutan dan terus dibenahi agar jauh lebih baik dimasa datang.

Parade 1001 Kuda Sandalwood

“Ada yang bilang, Sumba itu alam dan budayanya indah dan menakjubkan, Sumba itu disebut Hidden Paradise oleh mereka-mereka yang pernah ke sini. Saya datang ke sini, saya memberi julukan sendiri, Sumba adalah Magical Land, karena saya merasa, ada nuansa magisnya saat mendengar yel-yel, hentakan kaki penari, juga bunyi gong serta tamburnya,” urai Fitry seorang Wisatawan Nusantara, mengomentari parade kuda dan penari di Waibakul dan Kota Waikabubak.(ion)

Komentar

komentar