Home > Lingkungan Hidup > Camat Haharu Benarkan Aksi Bakar Padang Mulai Marak

Camat Haharu Benarkan Aksi Bakar Padang Mulai Marak

Pembakaran Padang

Waingapu.Com – Aksi pembakaran rumput dihamparan padang sabana mulai marak seiring musim kemarau atau kala hujan mulai enggan membasahi bumi ‘Matawai Amahu Pada Njara Hammu’. Hampir setiap wilayah di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT dapat ditemui asap mengepul dan nyala api yang merambat menghanguskan rerumputan dan belukar khas savana Sumba.

iklan budi indah

Camat Haharu Yacob Jefry Supusepa, yang dihubungi media ini membenarkan aksi pembakaran mulai marak. “Kalau di sekitar Haharu memang saya tidak lihat ada pembakaran padang lagi. Tapi kalau di arah Mbatapuhu memang belum terpantau. Kalau di wilayah Kecamatan Kanatang, seperti di Puru Kambera, tadi saya lewat memang masih mengepul asap di sana,” jelas Yacob pada media ini via telepon selularnya, Selasa (18/07) petang tadi.

Yacob menambahkan, sebagai pimpinan wilayah di Kecamatan Haharu, pihaknya dalam sejumlah kesempatan berulang kali mengingatkan dampak buruk dari aksi pembakaran padang. Bahkan pernah ia mengusir pulang para pemburu atau penembak burung yang memasuki wilayahnya.

“Masuk pikul senapan macam mau pergi perang, padahal mau tembak burung-burung. Kalau dibiarkan yaaa bisa habis burung-burung khas kita juga burung yang menjadi predator hama seperti halnya hama belalang, jadi saya usir keluar dari wilayah saya saat itu,” urainya.

Aksi pembakaran padang yang terus meluas, juga terpantau satelit Aqua Badan Meteorologi dan Geofisika. Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda – Waingapu, kemarin merilis, sejumlah titik panas dan titik api terdeteksi.

Pembakaran padang yang marak itu juga mengundang keprihatinan warga hingga ke dunia maya. Para warganet menyesalkan aksi yang dinilai bisa merusak keseimbangan ekosistem itu. Selain membuat status keprihatinan, warganet juga memposting foto lokasi pembakaran padang.

Seperti halnya account Yanti Yacob, yang memposting foto dan status yang berisi keperihatinannya pada aksi pembakaran padang itu.

“Savanaku oh.. savanaku…Purukambera ulah siapa ini???? haruskan seperti ini setiap tahun? Belum sadarkah engkau bahwa aku adalah asset untuk Sumba Timur? Untukmu…. untuk kita semua? jika ini karena punting rokok…. sadarlah dan bertanggungjawablah!!!! stop merokok di sembarang tempat!! Buanglah puntungmu pada tempat yang seharusnya! Bila disengajakan,…. belum cukupkah terik yang dirasakan???,” kesal Yanti di status Facebooknya, Sabtu (15/07) siang lalu.(ion)

Komentar

komentar