Home > Opini > MOVE ON DARI SAMPAH BERSERAKAN DI JALANAN BERDEBU

MOVE ON DARI SAMPAH BERSERAKAN DI JALANAN BERDEBU

Sepritus Tangaru Mahamu

Masyarakat Sumba Timur hari ini tentu mulai menghirup udara segar dikarenakan program WGC yang merupakan kerja sama antara PEMKAB Sumba Timur dan Harian Timor Express ditahun 2013 mulai menunjukkan imbasnya. Bagaimana tidak program yang antusias dilaksanakan pemerintah ini dilaksanakan secara antusias oleh masyarakat Waingapu demi terciptanya kota yang hijau dan bersih untuk menjamin kesehatan masyarakat. Menurut hemat saya, program WGC sudah terlaksana dengan baik dan sukses tinggal bagaimana disikapi oleh masyarakat Sumba Timur dan apa yang sudah dilakukan terus dikembangkan dan dijaga keberlangsungannya sampai sekarang.

Seperti dihimbau oleh Bupati Sumba Timur bahwa WGC adalah gerakan moral yang mesti dimulai dari kesadaran di dalam lingkungan keluarga sendiri seperti dilansir Waingapu Tribun 05 Februari 2013 lalu, maka didorong oleh niat tulus dan kesadaran pula telah terbakar semangat mahasiswa untuk menjaga dan mewujudkan kebersihan kota Waingapu.

Semangat mahasiswa yang menganggap bahwa kebersihan kota adalah masalah serius tidak hanya berhenti pada rasa simpati belaka tapi dituangkan dalam aksi nyata seperti yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Untuk Sumba dalam memperingati hari lahirnya Pancasila 01 Juni 2017. Dalam aksi tersebut Aliansi Pemuda Untuk Sumba melakukan pembersihan Pasar Inpres Matawai dengan tema Merevitalisasi Nilai-Nilai Luhur Pancasila. Kebersihan adalah nilai luhur Pancasila sehingga sudah sewajarnya kita menjaganya melalui kesadaran dan kerja sama antara semua pihak.

Aliansi Pemuda untuk Sumba yang merupakan sebuah Aliansi dari Sema Unkriswina, Bem PDD Sumba Timur, Sema STT Terpadu Waingapu, GMNI Waingapu, GMKI Waingapu, IKPML, IKA-AKSTIM, HIMAS, HIPMASTIM DAN YOUTH LEADERSHIP telah menunjukkan bahwa gerakan kebersihan itu harus dimulai dari kesadaran kita masing-masing terutama bagi kalangan muda. Aliansi pemuda untuk Sumba adalah gerakan yang mencakup mahasiswa dan pelajar di Sumba Timur yang lahir dari bulan Oktober 2016 dan menginisiasi gerakan kebersihan dikalangan muda yang tercermin dan mencuat kepermukaan pada tangggal 01 juni 2017 dengan baju kebesaran masing-masing dan bendera kembagaan masing-masing tanpa malu memulai gerakan move on dari sampah yang berserakan di jalanan berdebu.

Memasuki bulan Juli 2017 gerakan kebersihanpun terus digalakkan dengan program Jumat Bersih dimana wajib untuk dilakukan oleh semua elemen yang ada di Sumba Timur, termasuk Anggota TNI yang kerap kali terlihat melakukan pembersihan bersama masyarakat. Hal ini merupakan gerakan yang sangat mengundang decak kagun dan apreasi yang tinggi dari masyarakat.

Tapi bukan Pasar Inpres Matawai namanya kalau sehari saja tidak ada tumpukan sampah yang menunggu untuk dibersikan dari air ikan yang menyegat, sayuran yang membusuk hingga sampah plastik yang terbendung dalam aliran drainase, tapi kesadaran yang sudah ditanamkan oleh Pemerintah, TNI, PU, BLH dan Aliansi Pemuda untuk Sumba menggugah niat tulus mahasiswa Sumba dari UNITRI Malang untuk melakukan sebuah kegiatan pembersihan Pasar Inpres Matawai dengan menamai diri Relawan Clean City Sumba Timur UNITRI Malang dengan tema Nyutta Tapakalembing dengan menggandeng Pemda Sumba Timur, BLH, PU, dan POLRES Sumba Timur ini sukses dilaksanakan pada tanggal 04 Agustus 2017 dengan sponsor utama Bank BRI dan melakukan penutupan acaranya di Lambanapu pada tanggal 08 Agustus 2017.

Kebersihan sebuah daerah terletak pada kesadaran dan niat tulus dari masyarakatnya sendiri. Mari bergandengan tangan menjaga kebersihan kota demi terwujudnya ‘Humba yang Nyaman, Bersih dan Indah’. Salam kebersihan 🙂

Penulis: Sepritus Tangaru Mahamu, Mahasiswa PDD Sumba Timur, tinggal di Kawangu

Komentar

komentar