Home > Berita > Kado Dari Laut Selatan, 1945 Sang Merah Putih Dikibarkan Di Prai Salura

Kado Dari Laut Selatan, 1945 Sang Merah Putih Dikibarkan Di Prai Salura

Pengibaran Bendara Merah Putih

Waingapu.Com – Banyak cara bisa dilakukan untuk menunjukan kecintaan, juga rasa syukur pada NKRI dan nikmatnya kemerdekaan. Keterbatasan yang masih membelenggu tidak lantas menyurutkan sukacita dan melunturkan rasa cinta pada NKRI, ditunjukan warga Desa Prai Salura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT.

Selama lebih dari seminggu, warga desa didukung para tokoh masyarakat Kecamatan Kambera, serta elemen pemerintah setempat bahu membahu mencari, mengumpul, kemudian mengibarkan 1945 bendera merah putih di Prai Salura.

Konvoi Perahu BoatPuncak tertinggi di Pulau Salura, Pulau Kotak dan Pulau Mengkudu, tak satupun terluput dari tancapan tiang yang diatasnya berkibar gagah sang merah putih. Dentuman peluru dari senjata laras panjang maupun pendek dilesakan ke Samudera Hindia, kala detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dikenangkan, Kamis (17/08) siang lalu.

Seribu bendera berkibar dalam desiran angin yang perlahan meniup kencang, derap langkah bocah-bocah Prai Salura tak hanya menapaki lapangan tempat digelarnya upacara, namun kemudian membekas di pasir putih pantai bersama warga berusia diatasnya, dipimpin oleh Umbu Yadar, tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Karera didampingi Salmon D. Mara, Camat Karera, dan tiga anggota DPRD Sumtim, masing-masing John David SH, Josua K. Maudjawa dan Umbu Ardya H.M.D.Nggahar, menuju pantai yang dijejali ratusan perahu dan kapal motor yang dihiasi 900 bendera.

Umbu Yadar

“Kami warga Karera, juga tentunya warga Salura mau menunjukan rasa cinta kami pada NKRI walaupun dalam segala keterbatasan kami. Jika dimasa lalu, karena merasa kurang diperhatikan, warga Salura sempat berwacana bergabung dengan Australia, dan kemudian mengundang perhatian pemerintah daerah dan pusat, wacana itu tidak terealisasi, bahkan dijadikan momentum untuk memberi perhatian lebih pada Salura hingga berkembang seperti saat ini, perlu kami syukuri. Namun perlu pula untuk terus ditingkatkan perhatian mengimbangi terus tumbuh dan terpeliharanya rasa cinta warga Karera terutama Salura pada NKRI,” papar Umbu Yadar, beberapa saat sebelum dilakukannya konvoi ratusan perahu dan kapal Motor mengitari pulau Salura, Kotak dan Mengkudu yang menjadi etalase NKRI di hadapan negeri Kanguru.

Merah Putih di Mercusuar

Hempasan gelombang dan tiupan angin kencang sejenak ditepikan. Tekad membara untuk mengibarkan bendera di Pulau Mengkudu, terutama mengibarkan 45 bendera, diantaranya terdapat dua bendera raksasa berukuran 5 X 4 meter dikibarkan di puncak Mercusuar, mengental melawan hempasan gelombang dan tiupan angin kencang.

Sang merah putih akhirnya gagah berkibar di Mercusuar Pulau Mengkudu, pulau terluar yang merupakan habitat alami penyu dan miliki hamparan pasir putih nan lembut itu, sejenak diakrabi sekalipun nuansa mistis dari pulau yang disebut-sebut pemali untuk kaum perempuan itu sekelebat memberi ragu.

Lagu Indonesia Raya berkumandang, pekikan merdeka membahana, ucapan terima kasih pada para Pahlawan juga para leluhur serta Restu Sang Khalik, berbaur dalam sukacita dan keharuan yang menghapus letih dan peluh.(ion)

Komentar

komentar