Home > Opini > BENANG MERAH AGUSTUS

BENANG MERAH AGUSTUS

Sepritus Tangaru Mahamu

Mari minum kopi sayang dipagi berawan yang menyelemuti Agustus dengan dinginnya yang merasuk sumsum, lalu mulailah kita bercerita tentang Agustus ceria yang kita rayakan bersama dengan cara yang kita pilih sendiri.

Masih lekat tentunya dalam ingatan kita bahwa bulan Agustus adalah tentang sebuah perjuangan para pahlawan tentang darah, air mata, dan keringat yang tercecer di jalanan dan di medan pertempuran, yang coba kita imbangi dalam rasa syukur kita disetiap tanggal 14 dan 15 melalui karnaval dan sebuah ajang bertajuk taman hiburan rakyat yang merupakan penghalusan dari dua fenomena besar yang bukan lagi hal baru yakni pelegalan pornografi dan pelegalan perjudian bagi beberapa orang yang menghilangkan makna karnaval dan taman hiburan rakyat sesungguhnya, dan menjadikan kedua hal yang harusnya bermakna diatas untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Dua hal diatas menjadi memiliki magnet tersendiri dan hampir berhasil merebut seluruh perhatian elemen-elemen yang ada di Sumba Timur tapi tidak dengan beberapa OKP yang memiliki persepsi lain tetang arti sebuah kemerdekaan. Berutun beberapa OKP melakukan beberapa kegiatan di Sumba Timur untuk merayakan HUT RI ke-72.

OKP yang ada di Sumba Timur ini mengusung temanya sendiri dengan tajuk perayaan HUT , Stube Hemat sumba memulainya bersama dengan ketua BEM PDD Sumba Timur dalam program Village pada tanggal 05 Agustus 2017 dimana seorang aktivis Stube kembali ke desanya dan berbuat sesuatu, tanggal 05 Agustus 2017 di Laihobu tepatnya Stube Hemat Sumba melakukan sebuah metode pembelajaran menarik tentang hari kemerdekaan, nasionalisme dan patriotisme dan mengakhirinya dengan pembagian alat tulis, buku tulis dan buku pelajaran sebagai cinderamata dan pada hari yang sama di Waingapu gerakan yang juga pernah digagas Aliansi Pemuda Untuk Sumba kembali muncul kepermukaan oleh mahasiswa Unitri malam untuk membersikan kompleks pasar matawai dengan menamai diri Clean City Sumba Timur, tidak hanya berhenti disitu pada tanggal 12 Agustus 2017 3 Organisasi bekerja sama melakukan aksi sosial di SD Pararel Lapinu desa Matawai Katingga kecamatan Kahaungu Eti yang diberi tema Pendidikan yang merdeka dan berkeadilan yang merupan hasil perembukan Ana Humba Community, GMNI Waingapu dan Stube Hemat Sumba. Aksi sosial ini secara keseluruhan adalah penyumbangan dinding, meja, kursi, alat tulis dan pakaian sangat layak pakai yang merupakan hasil sumbangan donatur dan kas tiga organisasi diatas.

Gerakan memeriahkan HUT RI ini berlanjut pada tanggal 19-20 Agustus 2017 Ana Humba yang dipimpin oleh Umbu Nababan lagi-lagi melakukan aksi sosial di Pinu Pahar dan puncak kegiatannya akan dilaksanakan di Taman Kota Waingapu Tanggal 22 Agustus 2017 dengan kegiatan ‘parade puisi kemerdekaan’ yang akan melibatkan semua OKP di Sumba Timur.

Realita diatas membuat kita berada pada sebuah pilihan untuk menentukan benang merah bulan Agustus. Apakah kita akan terus menikmati hal-hal yang kehilangan maknannya atau bersama-sama untuk melakukan hal bermakna untuk tanah ini. Merdeka. Dirgahayu Indonesiaku.[*]

Penulis: Sepritus Tangaru Mahamu, Mahasiswa dari Kawangu

Komentar

komentar