Home > Budaya > Kolaborasi Katedhugangga & Mogi Dipopulerkan Anak Kahali

Kolaborasi Katedhugangga & Mogi Dipopulerkan Anak Kahali

Enggrang

Waingapu.Com – Teriknya mentari tidak lantas menyusutkan semangat anak-anak usia Sekolah Dasar yang nampak bersiap untuk tampil di alun-alun Kantor Kecamatan Katala hamu Lingu (Kahali), Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Kamis (14/09) lalu. Kesiapan anak-anak itu nampak dari kostum yang mereka kenakan juga peralatan yang mereka siapkan.

Berkemeja putih, berikat kepala dan menggunakan kain tenun khas Sumtim, enam bocah lelaki nampak siap dengan masing-masing memegang dua tongkat bambu.

“Kami sedikit lagi mau menari Pak, ini bambu yang kami pakai sebentar untuk menari,” kata Mefinto, didampingi rekan-rekannya yang tergabung dalam sanggar Air Hidup itu.

Engrang

Begitu nama sanggar mereka dipanggil, dengan sigap mereka melangkah ke depan. Langkahnyapun tak biasa.

“Ini namanya bisa disebut katedhugangga atau gagak berjingkat. Kalau diwilayah lainnya disebut Engrang. Anak-anak itu akan menyajikan tarian modifikasi katedhugangga dan goyan mogi,” jelas Thomas Peka Rihi, Camat Kahali yang nampak memberikan penjelasan kepada Wakil Bupati Sumtim, Umbu Lili Pekuwali yang hadir kala itu.

Saat musik pengiring diputar, anak-anak itu dengan rancak dan lincah bergerak mengikuti irama menari di atas bambu. Mogi Engrang atau Mogi Katedhugangga, ditampilkan anak-anak ini dengan sangat kompak dan memikat hingga musik dan lagu mogi yang diciptakan Ivan Nestorman dan dipopulerkan kembali oleh Mario G. Klau berakhir.

Engrang

“Kami latihan untuk tampil disini sekitar satu minggu. Tadi selain kami diiringi lagu mogi juga kami tampil dengan iringan lagu dan tarian Ana Njara Yau,” jelas Mefinto beberapa saat pasca tampil memukau.

Sukacita anak-anak ini melengkapi suka cita yang dirasakan mereka juga warga lainnya yang hadir dalam ceremonial acara Deklarasi dan penandatanganan petisi Desa Ramah Anak. Dejklarasi yang diharapkan anak-anak dan warga lainnya bisa menjadikan wilayah mereka menjadi contoh pemenuhan hak anak dan sirnanya kekerasan terhadap anak.

“Ini kegiatan positif dan tentu akan jauh lebih bermakna dan bermanfaat bagi anak dan keluarga jika apa yang di deklarasikan dan dituangkan dalam petisi itu direalisasikan. Kedepannya diharapkan kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Sumba Timur,” tandas Umbu Lili pasca membubuhkan tanda tangan dan pesannya di atas baliho petisi desa layak anak.(ion)

Komentar

komentar