Home > Berita > Kisah Baru Pendeta Endal & Mobil Operasional DPRD Sumba Timur

Kisah Baru Pendeta Endal & Mobil Operasional DPRD Sumba Timur

Pdt. Endal Meta Yiwa

Waingapu.Com – Masih ingat kecelakaan yang mengakibatkan rusaknya mobil operasional DPRD Sumba Timur (Sumtim), NTT, bernopol ED 7 A? Kecelakaan yang terjadi Minggu (06/08) lalu itupun kemudian memantik simpati, kritikan dan sinisme warga dari ragam elemen. Aneka tanggapan yang tak hanya diungkapkan di dunia nyata, namun juga merambah ke dunia maya itu, boleh jadi kini mempunyai episode terbaru.

Yaaa, mobil yang dalam persitiwa kecelakaan di jalan nasional Waingapu – Baing, tepatnya di seputaran Menggitimbi itu, saat itu terbalik dan di dalam mobil itu terdapat Pendeta Endal Meta Yiwa, selaku peminjam dan pengguna mobil. Saat itu, anggota DPRD Sumtim ini, menggunakan mobil operasional itu untuk kepentingan diluar kedinasan.

Mobil Rusak

Dalam peristiwa nahas itu, mobil alami kerusakan cukup berat dan mendapat atensi warga sekitar, bahkan hingga mendapatkan penanganan pihak Satlantas Polres Sumtim. Pendeta Endal, yang menjadi sorotan aneka kalangan saat itu, berkomitmen akan memperbaiki mobil tersebut hingga normal, sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Mobil Perbaikan

Komitmen Pendeta Endal itu, kemudian dibuktikannya dengan kembalinya mobil tersebut beroperasi dengan normal. Sang Pendeta, dengan spontan menghampiri wartawan, disela-sela peliputan kegiatan Bupati Sumtim di kawasan translok Laimbaru, Desa Laideha, Selasa (10/10) sore lalu.

“Saudara, mobilnya sudah saya perbaiki seperti komitmen saya dulu. Ini tadi datang ke sini bersama rombongan Bupati, saya pakai mobil itu,” kata Pendeta Endal sembari menelpon sopir mobil itu untuk mendekat guna menunjukan bukti mobil telah normal dan tuntas diperbaiki.

“Terkait dengan pernyataan saya lalu bahwa saya akan bertanggung jawab pada kerusakan yang ditimbulkan karena penggunaan mobil ini di tangan saya, mobil ini telah tuntas saya perbaiki dan kembali normal. Perbaikannya juga saya biayai dari kantong saya pribadi, jadi ini menjadi bukti saya memegang kata-kata saya waktu itu,” urai Pendeta Endal sembari menjelaskan anggaran perbaikan mobil itu mencapai lebih dari 10 juta rupiah.(ion)

Komentar

komentar