Home > Berita > Jalan Panjang & Mimpi ‘Sandalwood’ Tersanding di Gunung Meja

Jalan Panjang & Mimpi ‘Sandalwood’ Tersanding di Gunung Meja

Gidion Mbiliyora

Waingapu.Com – Pergunjingan, diskusi, saling melontarkan kritik bahkan celaan hampir sebulan terakhir mewarnai hari-hari sejumlah warga Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Semuanya terkait wacana pemasangan tulisan Sandalwood ataupun Sandelwood di punggung bukit Gunung Meja, desa Kuta, Kecamatan Kanatang. Aneka pembahasa seputar hal itu bahkan merambah hingga ke jagad maya oleh para warganet.

Riak-riak pembahasan itu juga diakui Bupati Sumtim, Gidion Mbiliyora menjadi pencermatannya. Hal itu dikemukakan kala ditemui awak media ini di ruang kerjanya pekan lalu. “Sejak lama sebenarnya hal itu didiskusikan, awalnya memang masiih sebatas diskusi lepas saya bersama rekan-rekan media sekitar tahun 2011 silam. Namun dari perbincangan lepas itu, ada kawan media yang kemudian membuat tulisan ringan seputar hal itu, jadilah sempat ramai. Namun kemudian meredup seiring waktu. Tapi kemudian, beberapa saat lalu ramai lagi dibahas di media sosial, saya memantau berbagai komentar terkait hal itu,” jelas figur yang akrap disapa GBY itu.

Dalam pertemuan itu, nampak jalan panjang menuju realisasi mimpi tulisan Sandalwood ataupun Sandelwood bertahta serupa tulisan Hollywood di USA ataupun ketenaran Bollywood di negeri sumber wiracerita Mahabrata dan Ramayana, India masih dalam guliran wacana, dan harus lalui jalan panjang.

“Beberapa waktu lalu ada tim dari salah satu universitas yang kita minta untuk menguji ide dan wacana itu dari sisi uji visual atau jarak pandang terkait tulisan itu jika dilihat dari Pelabuhan Lama. Peralatannya mereka bawa ke gunung meja sana jadi disimpulkan perhurufnya 30 X 45 meter perhurufnya hingga totalnya bisa panjang deretan hurufnya sekira empat ratusan meter. Ini saya baru rencana majukan ke DPRD untuk masuk dalam perencanaan, kalau sudah jadi besar anggarannya. Secara informal saja saat itu dihitung dengan tim itu anggaran itu bisa mencapai lima puluh miliar. Itu belum jika dipadukan dengan ide ada patung Yesus Kristus, bisa lebih dari seratus miliar. Tapi lagi-lagi ini hanya sebatas ide dan wacana. Kalau berkaca dengan APBD kita tentu ini mustahil. Karena dengan anggaran sebesar itu, lebih baik untuk bangun jalan, jembatan, sekolah dan kebutuhan sarana dan prasarana warga yang lebih mendesak,” papar GBY.

Merajut mimpi dan asa itu tidaklah salah, malah bisa menjadi suplemen menambah motivasi, demikian GBY menambahkan. Terkait hal ini, GBY berencana untuk tahun 2018 mendatang, jika telah disetujui DPRD tentunya, akan dibuatkan master plannya sekalian detail enginering desain (DED) Pengembangan Kawasan Pariwisata Gunung Meja. Menurut GBY, jika terealisasi bisa mempertegas icon Sumtim bahkan Sumba umumnya.

“Jika sudah ada DED – nya bisa saja nantinya kita tawarkan ke swasta yang mungkin berniat untuk investasi. DED itu bisa pula disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Jadi selain bangun wisatanya, juga bisa sekaligus membangun, merehabilitasi dan menambah hutan dan sarana wisata penunjang lainnya seperti mata air dan air terjun gunung meja misalnya. DED ini juga bisa menjadi bahan prakiraan pembiayaan dari pihak swasta juga untuk menghitung kembalinya modal hingga profit yang diperoleh. Bisa pula mimpi itu diwujudkan dengan sistem sharing dana dengan pihak swasta,” urainya.(ion)

Komentar

komentar