Home > Berita > Camat & Warga Matawai Lapawu Respon Positif Media Komunitas

Camat & Warga Matawai Lapawu Respon Positif Media Komunitas

Media Komunitas

Waingapu.Com – Rencana pembentukan, pengelolaan dan pengembangan media komunitas di tingkat desa mendapat respon positif dari aparatur Kecamatan Matawai Lapawu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Hal itu mengemuka dalam sambutan Dominggus Lalupanda, selaku camat setempat kala membuka kegiatan pelatihan dan pengembangan media komunitas di aula kecamatan, Rabu (01/11) siang kemarin.

“Pelatihan ini selain membantu mereka yang nantinya dipercaya mengelola media komunitas untuk bisa membuat berita dan menyebarkan informasi. Juga bisa menjadi sarana untuk lebih mengenal dan mengerti profesi wartawan. Nantinya pengelola media komunitas harus seperti wartawan yang dalam memberikan informasi sesuai fakta dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Dominggus dalam sambutannya.

Media Komunitas

Adapun kegiatan itu diikuti oleh para sekretaris desa, tokoh masyarakat, tim penggerak PKK serta KPMD yang berasal dari enam desa serta dua desa persiapan sekecamatan Matawai Lapawu itu dilaksanakan oleh Fasilitator Kecamatan Program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) dan didukung penuh oleh pemerintah kecamatan.

“Menjadikan warga peka informasi, melahirkan minat baca, tulis dan diskusi yang nantinya diharapkan bisa saling bertukar gagasan untuk mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi di tingkat desa dalam pelbagai bidang. Harapan itu bisa mulai diwujudkan realisasinya dengan mengembangkan dan mengelola media komunitas,” urai Martinus Sadi, Fasilitator Kecamatan Program GSC, pada media ini beberapa saat sebelum dihelatnya kegiatan itu.

Media Komunitas

Adapun para peserta diberikan materi seputar pengenalan awal dunia jurnalistik, mulai dari proses mencari dan meliput hingga membuat berita. Dua wartawan dihadirkan untuk menyajikan materi yakni Robert Ropo, wartawan Harian Umum Pos Kupang dan Dion Umbu Ana Lodu, wartawan media online Waingapu.Com dan MNC media.

“Kalau bisa pelatihan ini nantinya dibuat lagi, kan sulit juga kami yang dari desa yang biasanya berhadapan dengan pacul kebun dan ikat ternak, dalam satu hari belajar buat berita. Tapi kami senang, dan tetap akan coba menulis sepulang dari sini, karena sudah saya serap sedikit tadi ilmu yang adik-adik wartawan bagikan ke kami,” jelas Simson M. Nau, peserta pelatihan yang merupakan tokoh masyarakat dari Desa Wanggameti ini.(ion)

Komentar

komentar