Home > Berita > Warga & Lurah Kemala Putih Keluhkan Pembangunan Drainase

Warga & Lurah Kemala Putih Keluhkan Pembangunan Drainase

Waingapu.Com – Warga RT 14 RW 07 Kelurahan Kemala Putih, Kecamatan Kota waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, mengeluhkan pembangunan saluran drainase di wilayah mereka. Keluhan itu disampaikan oleh Mashudi H. M. Said, selaku ketua Rukun Tetangga (RT), kepada media ini, Selasa (07/11) siang kemarin. Menurut Mashudi, proyek drainase yang dibangun itu tidak dilengkapi dengan kelengkapan plat lintas sesuai dengan harapan warga.

“Sebelum ada proyek drainase ini, mobil bisa masuk ke wilayah kami dengan mudah, sekarang setelah drainase dibangun justru hanya bisa dimasuki motor saja wilayah RT kami. Jika kedepan ada yang sakit atau meninggal misalnya, bisa dibayangkan kami harus pikul ke jalan besar,” keluh Mashudi sembari menunjukan lokasi masuk ke wilayah RT nya yang terpaksa hanya dilengkapi dnegan balo dan usuk kayu bekas bersisian dengan plat lintas yang disebutnya tidak pas untuk dimasuki mobil bahkan motor pengangkut sampah.

Keluhan warga yang disuarakan Mashudi tak hanya sampai disini, sepengetahuannya proyek pemerintah dilengkapi dengan papan proyek untuk menjelaskan masa kerja, sumber dana maupun besaran dana yang dipakai untuk proyek dimaksud. Namun kondisi itu justru tidak ditemukan pada proyek itu.

“Saya dan warga sini tidak tahu kontraktor atau CV apa yang kerja ini Proyek. Kami hanya sempat ketemu dengan para tukang dan pemborong saja, mereka hanya bilang kami disuruh kerja seperti ini, kami tidak bisa kerja lebih dari ini,” jelasnya.

Drainase yang dibangun juga, demikian Mashudi, seraya menunjukan saluran drainase yang dimaksud, ternyata tidak mengalirkan air pembuangan seperti harapan.

Drainase

“Juga kami sempat dimintai uang oleh pemborong lima ratus ribu jika mau di tambah plat lintasnya, saya tidak berani minta di warga, kan ini proyek pemerintah harusnya itu sudah diperhitungkan dari awal bukan dibebankan lagi pada kami warga. Kalau di bagian lain memang ada yang dimintai uang dan memberikan uang, krena tidak mau repot mungkin,” imbuhnya.

Adnan Daeng, Lurah Kemala Putih yang dikonfirmasi media ini via telepon selularnya beberapa saat kemudian membenarkan adanya keluhan dari warganya. Adnan juga membenarkan informasi yang menyebutkan pihak kelurahan yang depan kantornya dilalui drainase juga sempat alami hal serupa. Plat lintas yang diberi tidak sesuai harapan dan diyakini kelurahan akan mempengaruhi jalur keluar masuk mobil ke kantor kelurahan. “Saya dan staf sempat keras waktu itu, bagaimana bisa masuk truk yang angkut beras murah misalnya, masa parkir di luar pagar baru dipikul, padahal sebelum ada drainase truk bisa mudah keluar masuk. Saya juga tidak jelas ini proyek kontraktornya siapa, saya dan pihak kelurahan hanya dilibatkan saat ukur-ukur awalnya saja, setelah itu sepertinya mereka jalan sendiri, tapi benar ada keluhan warga,” papar Adnan.(ion)

Komentar

komentar