Home > Kriminal > Bobol Kontainer Di Pelabuhan Waingapu, Enam Pemuda Dibekuk Polisi

Bobol Kontainer Di Pelabuhan Waingapu, Enam Pemuda Dibekuk Polisi

Pencuri Bir

Waingapu.Com – Enam orang pemuda yang dominan berasal dari Kampung Baru, Kelurahan Kambadjawa, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Kamis (11/01) malam lalu digelandang aparat Polres Sumtim. Mereka dibekuk saat hendak kabur bersama sebuah truk warna merah, lengkap dengan 27 dos bir yang mereka ambil dari sebuah kontainer yang dibobol di area penumpukan peti kemas di Pelabuhan Nusantara Waingapu.

Keenam orang anggota kawanan pembobol kontainer ini, masing-masing MAR, ABA, KUS, AR, MAH dan BEN pasca dibekuk dibawa aparat ke Pospol KP3 Laut Waingapu, lalu kemudian bersama barang bukti truk lengkap dengan muatannya serta gembok yang dirusakan diamankan di Mapolres Sumtim.

“Sekitar pukul 20:30 Wita anggota piket kami lakukan patroli di pelabuhan. Saat itu ditemukan ada truk dan beberapa orang yang sedang lakukan aktifitas bongkar muat dari kontainer ke truk. Ternyata kontainer itu kemudian diketahui dibongkar paksa dan aktifitas itu tidak memperoleh ijin baik dari pemilik kontainer maupun dari otoritas pelabuhan. Pelaku saat diinterogasi menyebutkan mereka bongkar paksa kunci gembok kontainer dengan gagang doma. Mereka mengaku bir curian itu akan dijual dan juga dipakai untuk minum-minum. Bir dalam kontainer itu milik Toko Nusantara Waingapu,” jelas Bripka. Yuno Sukaito, Kapospol KP3 Laut Waingapu seraya menambahkan bahwa para pelaku sebagian besar merupakan pekerja di Toko Nusantara, kepada wartawan malam tadi di Pelabuhan Nusantara Waingapu.

“Saya sebenarnya sudah beberapa kali hilang barang dari kontainer. Pernah yang lalu hilang seng dan juga solar cell. Sekarang ini bir, jadi syukur kali ini kena tangkap pelakunya, biar sudah diproses aparat,” jelas Deby Riwong, pemilik toko Nusantara yang ditemui di sekitar kontainer yang dibobol malam tadi.

Informasi lainnya yang dihimpun disekitar TKP dan merujuk pengakuan pemilik bir bahwasanya barangnya sering hilang dari kontainer yang ditumpuk di pelabuhan boleh jadi menjadi salah satu bukti riil barang-barang di area penumpukan peti kemas tidak sepenuhnya aman.

Ketidakamanan dan ketidaknyaman barang maupun pengunjung pelabuhan ini sudah nampak dari pintu masuk pelabuhan hingga tumpukan peti kemas yang dijejali genangan air laksana empang ikan.
Selain itu pelabuhan yang sudah dua kali ditinjau langsung oleh Menteri Perhubungan itu juga minim penerangan hingga memancing ragam tindakan yang berpotensi mengangkangi ketentuan dan hukum yang berlaku.(ion)

Komentar

komentar