Home > Kriminal > Tiga Angka Penting Pasca Pengeroyokan ‘Rudal’ Yang Perlu Diingat Publik

Tiga Angka Penting Pasca Pengeroyokan ‘Rudal’ Yang Perlu Diingat Publik

Wakapolres Kompol. Vitalis Sobak dan Kasat. Reskrim Iptu Gama Anindyaguna

Waingapu.Com – Paling tidak ada tiga angka penting yang rasanya perlu menjadi perhatian dan perlu diingat publik seiring peristiwa pengeroyokan tragis yang dialami oleh Yosua Peli Ngunju Rawa alias Yos alias ‘Rudal’ oleh sejumlah warga Kampung Bugis, Kelurahan Kemala Putih, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT. Ketiga angka pentiing itu masing-masing 8 (delapan), 9 (sembilan), dan 15 (limabelas). Berikut penjelasan mengapa ketiga angka ini penting.

Dimulai dari angka 8 (delapan), dimana penyidik Polres Sumtim, telah menetapkan delapan orang tersangka terkait kasus ini. Kedelapan orang tersangka itu, sebagaimana dijelaskan Kapolres Sumtim, AKBP. Victor M. T. Silalahi, yang didampingi Wakapolres Kompol. Vitalis Sobak dan Kasat. Reskrim Iptu Gama Anindyaguna, dalam jumpa pers di Mapolres, kamis (18/01) siang tadi masing masing APU, AUH, MRS, JD, AM, MR, S, MH. Kedelapan orang ini disangka kuat terlibat langsung dalam pengeroyokan Yosua yang sempat menceburkan diri ke laut pasca diteriaki pencuri/maling dan dikejar massa, Rabu (17/01) dini hari kemarin. Upaya Yosua yang sia-sia karena para pelaku mengejar korban dengan perahu dan kemudian memukuli korban hingga sekarat.

Para Tersangka Pembunuhan Yosua

Angka 9 (sembilan) merujuk pada upaya intensif dan marathon, penyidik Polres Sumtim yang selama sembilan jam melakukan pengumpulan data, penjemputan para saksi dan kemudian mengambil keterangan dan memeriksa belasan warga, yang kemudian mengerucut dengan penetapan tersangka.

Angka 15 (limabelas) merujuk pada ancaman hukuman maksimal yang menjerat kedelapan tersangka, hasil kerja keras sembilan jam penyidik. Sebagaimana dipaparkan Kapolres Sumtim, para tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP, junto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal. Perbuatan para tersangka yang memukuli korban tak hanya dengan tangan kosong namun juga menggunakan papan dan balok, sebagaimana yang ditunjukan dalam jumpa pers saat itu, berakibat korban kehilangan nyawanya dalam perjalanan ke rumah sakit.(ion)

Komentar

komentar