Home > Berita > Mendes PDTT Yakin Dalam Tiga Tahun Warga Miskin di Sumba Timur Sirna

Mendes PDTT Yakin Dalam Tiga Tahun Warga Miskin di Sumba Timur Sirna

Eko Putro Sandjojo

Waingapu.Com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Republik Indonesia (RI) Eko Putro Sandjojo yakin dalam waktu tiga tahun mendatang warga miskin di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), akan sirna atau tidak ada lagi. Hal itu dikemukan Eko Putro kepada wartawan kala melakukan kunjungan kerja ke Sumtim, tepatnya saat usai melakukan panen tebu di perkebunan milik investor PT. Muria Sumba Manis (MSM), di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Sumtim, NTT, Jumat (19/01) siang tadi.

“Asal ada teknologi, kemauan dan kolaborasi bersama itu akan bisa diselesaikan. Dan ini akan terjadi percepatan pengurangan kemiskinan, saya yakin dalam waktu kurang dari tiga tahun sudah tidak ada lagi orang miskin dan desa-desa tertinggal lagi di Sumba Timur ini kalu program ini bisa terus bergulir. Karena nanti ada sisal, jagung, castor, tebu, jadi harusnya tidak ada masyrakat yang tidak bekerja lagi jika model ini ditingkatkan dan dipertahankan,” urai Eko Putro.

Eko Putro Sandjojo Panen Tebu Sumba TimurSebelumnya, pasca melakukan panen Tebu bersama Wakil Bupati Sumtim, Umbu Lili Pekuwali dan Ketua DPRD Sumtim, Palulu P. Ndima, Mendes PDTT Eko Putro menegaskan, suburnya tanaman tebu di perkebunan PT. MSM ini juga kesiriusan investor-investor dalam melakukan investasi lengkap dengan rencana jangka menengah hingga jangka panjang menepikan stigma bahwa Sumtim adalah daerah yang kering dan tidak bisa dijadikan daerah investasi perkebunan tebu dan juga jenis tanaman perkebunan dan pertanian lainnya.

Eko Putro Sandjojo Bicara Dengan Warga

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan dunia usaha yang menggunakan teknologi yang memadai bisa menjawab sitgma yang selama ini yang mana menyatakan bahwa di Sumba tidak mungkin dibikin pertanian tapi ini buktinya tebunya bisa subur dan stigma itu bisa dipatahkan. Walaupun batu-batunya banyak tapi pohon tebunya dan subur tadi dijelaskan bahwa hasilnya nanti tidak kalah dengan Australia, “ jelas Eko Putro.

Pasca melakukan panen, Mendes PDTT juga melakukan tatap muka dengan warga kawasan transmigrasi Melolo dan para pekerja perkebunan. Selain itu, Mendes PDTT secara simbolis juga menyerahkan Ijin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) kepada PT. MSM.(ion)

Komentar

komentar