Home > Berita > 153 KK Di Enam RT Di Desa Wanga Terdampak Banjir

153 KK Di Enam RT Di Desa Wanga Terdampak Banjir

Banjir Desa Wanga

Waingapu.Com – Sebanyak 153 Kepala Keluarga (KK) yang berasal dari enam RT di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, terkena dampak banjir dan genangan yang terjadi, Kamis (22/02) kemarin. Demikian data yang diperoleh dari Kepala Dinas Sosial Sumtim, Pura Tanya, kala ditemui wartawan di salah satu titik terdampak banjir di kampung Lumbu Wangga, Jumat (23/02) siang tadi.

Seperti terpantau kala itu, sejumlah warga nampak masih berupaya mengatasi genangan yang tersisa. Warga juga masih memindahkan ternak piaraannya ke lokasi yang lebih aman, karena kemungkinan banjir serupa masih sangat rentan terjadi.

“Ini sekarang kami dari tim Tagana dan juga dari BPBD serta relawan-relawan lainnya yang tergabung dalam forum pengurangan resiko bencana sedang memberikan dan menyalurkan bantuan emergensi. Ada mobil tangki yang keliling mendroping air bersih bagi warga karena sumber air berupa sumur-sumur warga banyak yang belum bisa dimanfaatkan,” jelas Pura Tanya.

Kunjungan Bupati Ke Banjir Desa Wanga

Siangnya, Bupati Sumtim, Gidion Mbilijora juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir. Bersama sejumlah petugas BPBD dan juga didampingi Kadis Sosial, Bupati berdialog dengan warga untuk menyerap harapan dan aspirasi. Warga menginginkan dibangun dan dibenahi saluran drainase juga deker atau drainase melintang.

Hina Njanggakadu, salah seorang warga yang ditemui Bupati dengan spontan menyatakan keihklasannya untuk lahan kebunnya dilalui drainase dan dibangunkan deker.

“Kalau untuk kepentingan umum buat apa saya sungkan untuk kasih. Saya juga sudah tua, ke depannya kalau tidak segera diperbaiki kan anak cucu saya juga yang bisa kena akibatnya,” tandas Njanggakadu sembari menyalami dan memberikan ciuman hidung khas Suku Sumba dan Sabu ke Bupati.

Sebelumnya dalam kesempatan berdialog dengan warga, Bupati juga mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Sosial, bahwa ketika terjadi banjir Kamis petang kemarin, warga sempat memberikan informasi dan juga menjadi bahasan warga yang menyebutkan bahwa, salah satu sebab dari terjadinya banjir adalah karena jebolnya salah satu embung milik perusahan perkebunan tebu.

“Ada informasi seperti itu pak Bupati, banjir ini salah satu sebabnya adalah karena embung jebol selebar lima meter, tapi hingga kini kami belum cek ke sana. Kami masih fokus salurkan bantuan emergensi,” urai Pura Tanya.(ion)

Komentar

komentar