Home > Budaya > Wow, Ternyata Sampah Plastic Pasca Pasola Sampai Ratusan Karung

Wow, Ternyata Sampah Plastic Pasca Pasola Sampai Ratusan Karung

Pasola

Waingapu.Com – Dibalik kemeriahan dan gegap gempita ritual adat Pasola di Kabupaten Sumba Barat (Sumbar), NTT, ternyata ada masalah yang seakan luput dari perhatian khalayak. Adalah sampah plastic yang ‘dihasilkan’ setiap event itu berakhir sejatinya tidaklah sedikit, yakni sampai ratusan karung, wow. Namun demikian, di tahun 2018 ini, dalam ritual Pasola di Lamboya lalu, dan ritual serupa di Wanokaka yang baru saja berakhir, Kamis (08/03) lalu, ada segelintir remaja dan pemuda yang tergerak untuk mengumpulkan sampah-sampah plastic untuk selanjutnya dibawa ketempat penampungan yang telah disiapkan.

Puluhan remaja dan pemuda itu tergabung dalam Pramuka Kwartir Ranting Wanokaka, melakukan aksi simpatik itu berdasarkan pada Dasa Dharma Pramuka, yang mana salah satu intisarinya adalah menanamkan dan merealisasikan rasa cinta pada alam dan manusia. Demikian dijelaskan oleh Yuriska Yordan Here, Pembina Pramuka yang memimpin dan mengarahkan para anggota Pramuka dalam aksi simpatik itu.

Pramuka mengumpulkan sampah plastik

“Ini salah satu wujud cinta pada lingkungan dan sesama. Sampah plastic sangat meresahkan dampaknya dikemudian hari. Jadi kalau sampai tidak ada pihak yang peduli tentunya tidak bagusdan sangat merugikan tak hanya untuk masa kini namun juga masa depan. Jadi kami didukung oleh pemerintah Kecamatan lakukan aksi ini. Sebentar ini bisa saja ratusan karung kami kumpul, yang lalu di Lamboya, sampah plastiknya sampai dua ratus karung,” urai Yuriska seraya memastikan bahwa aksi-aksi serupa akan terus dilakukan dalam setiap event ritual Pasola

AgnesHarakeri, salah satu anggota Pramuka di sela-sela kesibukannya mengumpulkan sampah plastic pasca pelaksanaan Pasola ini dilaksanakan, mengaku senang bisa merealiasasikan Dasa Dharma Pramuka juga menunjukan rasa cintanya pada manusia dan alam.

Yuriska

“Ini kali kedua saya ikut, yang lalu saya ikut aksi seperti ini di Pasola Lamboya. Sampahnya waktu itu segunung kaka, kalau ini sebentar tidak tahu lagi, pasti banyak juga. Sampah ini nanti dibawa ketempat pengumpulan dan daur ulang,” jelasnya didampingi sejumlah rekannya sembari melanjutkan aksi simpatik mereka memungut aneka sampah platic seperti botol dan gelas plastic bekas minuman dan bungkusan aneka merk makanan ringan itu.

Ritual adat pasola sendiri merupakan pesta adat tahunan orang Sumba, khususnya warga Lamboya dan Wanokaka di Sumbar. Ritual ini merupakan wujud doa syukur dan juga harapan pada leluhur serta Sang Khalik untuk hasil panen dan perekonomian yang lebih baik.

Adu ketangkasan berkuda dengan membidik lawan dengan tombak agtau lembing tumpul dari kayu menjadi aksi yangpaling dinanti tak hanya bagi warga setempat namun juga bagi warga dan wisatawan dari luar daerah bahkan dari mancanegara.(ion)

Komentar

komentar