Home > Berita > Jembatan Luku Mihi Ambruk, Jitro Sudah lebih Dari 12 Jam Hilang

Jembatan Luku Mihi Ambruk, Jitro Sudah lebih Dari 12 Jam Hilang

Jembatan Luku Mihi Ambruk

Jitro PekambaniWaingapu.Com – Ambruknya dua jembatan di Luku Mihi, di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Kamis (20/03) sore kemarin, selain membuat akses jalan jalur Pantau Utara (Pantura) putus total, membuat sepuluh desa yang terletak pada Kecamatan Kanatang dan Haharu terisolasi, ternayta juga masih menyisakan duka yang menggelayut. Duka bagi kerabat, teman dan sahabat Jitro Pekambani, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, yang selama ini diketahui bermukim di kilometer 08, Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota Waingapu.

Sejak dinyatakan hilang kemarin, praktis hingga lebih dari 12 jam, Jitro belum juga ditemukan. Upaya pencarian sejak kemarin dilakukan oleh Tim Basarnas Pos Waingapu, KP3 Laut Waingapu juga anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FRB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumtim.

Jembatan Luku Mihi Ambruk

“Hingga kini kami masih terus lakukan pencarian, moga alam bersahabat dan Tuhan berkehendak dan memberi restu upaya kami untuk menemukan korba, apapun kondisinya,” jelas Rudi Djuma, Komandan Pos Sar Waingapu, yang dihubungi media ini via gawainya, beberapa saat lalu.

Jembatan Luku Mihi Ambruk

Jitro dinyatakan hilang sejak kemarin sore, pasca hanyut bersama Dorkas Arsad (32) seorang guru honorer, kala melintasi jembatan Luku Mihi yang kemudian ambruk. Beruntung Dorkas disebutkan masih tersangkut di akar pepohonan dipinggir kali yang sedang diterjang banjir bandang. Nasib nahas dialami Jitro, yang hanyut bersama puing-puing jembatan Lukumihi, sampah dan kayu-kayu yang terbawa ganasnya arus.

Martina Djera, Kepala Pelaksana BPBD Sumtim menjelaskan, Tim gabungan masih terus melakukan pencarian hingga kini, dengan mengerahkan puluhan personil, bersama sejumlah nelayan. Dua sekoci karet masing-masing milik BPBD dan Basarnas, serta speed boad milik Dinas Pariwisata dan perahu-perahu nelayan terus berjibaku melawan gelombang dan menyusur serta menyisir pantai dan laut.(ion)

Komentar

komentar