Home > Berita > Pasca Diangkat Jadi PTT, 442 Guru Honorer Di Sumba Timur Diharapkan Tingkatkan Etos Kerja

Pasca Diangkat Jadi PTT, 442 Guru Honorer Di Sumba Timur Diharapkan Tingkatkan Etos Kerja

Arahan Lu Pelindima

Waingapu.Com – Setelah melalui sejumlah tahapan, sebanyak 442 guru honorer di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, akhirnya oleh Pemkab. setempat diangkat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT). Para guru honorer yang diangkat ini, disebutkan miliki etos kerja yang mumpuni dan pantas untuk mendapatkan apresiasi. Pasca diangkat menjadi PTT, diharapan etos kerja bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Demikian sebagian asa yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Sumtim, Lu Pelindima, kala memberikan arahannya kepada para 442 guru yang telah diakomodir menjadi PTT.

“Hari ini bapak dan ibu guru datang ke sini untuk lapor diri, terimana kasih sudah tertib dan teratur antri. Harapan saya setelah diangkat jadi PTT ini, bapak dan ibu guru yang selama ini sudah mengabdi dengan penuh dedikasi dan etos kerja baik, bisa dipertahankan atau bila ditingkatkan malah jauh lebih bagus. Bapak dan ibu diangkat jadi PTT ini melalui sejumlah tahapan dan setelah diangkat menjadi PTT tentu harus berterima kasih pada Tuhan. Selain itu kepada pemerintah daerah yang memberi bukti memperhatikan jerih lelah bapak ibu selama ini,” urai Lu Pelindima di pelataran kantor BKPSDMD setempat, Kamis (24/05) siang.

guru honorer ddinagkat jadi ptt

Dalam arahannya, Lu Pelindima didampingi Kabid. Pengadaan, Marthen K. Lidjang, menyatakan salut atas kinerja para guru honorer baik yang belum diangkat menjadi PTT maupun yang telah diangkat. Pasalnya, menurut mantan Camat Wulla Waijillu dan Kabag. Umum Setda Sumtim itu, para PTT dan guru – guru honorer dengan penghasilan yang minim dan jauh dari kata cukup tetap menjalankan tugasnya.

“Ini berkat Tuhan bagi jerih lelah bapak dan ibu selama ini, tidak bisa disangkali bahwa masih ada tenaga guru yang telah berstatus ASN atau PNS justru etos kerja dan dedikasinya tidak sesuai harapan. Sementara guru-guru honor komite dan PTT justru yang lebih miliki etos kerja dan mengedepankan pengabdian dalam tugas mencerdaskan generasi masa depan daerah dan bangsa,” tandas Lu Pelindima yang disambut tepukan tangan para guru PTT dan bahkan nampak diantaranya sejumlah ibu guru merespon dan menunjukan rasa bahagianya dengan mata berkaca-kaca.(ion)

Komentar

komentar