Home > Berita > Warga Umalulu Duduki Lahan Yang Diklaim PT.MSM, Sesalkan Pemerintah & DPRD

Warga Umalulu Duduki Lahan Yang Diklaim PT.MSM, Sesalkan Pemerintah & DPRD

Warga Umalulu Duduki Lahan PT. MSM

Waingapu.Com – Sesalkan Pemerintah dan DPRD yang dinilai abai dan tidak punya itikad baik dalam menyelesaikan persoalan atau konflik pertanahan antara warga Umalulu dengan PT. Muria Sumba Manis (MSM), ratusan warga yang berasal dari sejumlah Kabihu (marga) di Kecamatan Umalulu, melakukan aksi pendudukan lahan yang dikuasai atau diserahkan pengelohannya ke PT. MSM di sekitar Waimarang, Senin (02/07) siang tadi.

Sumber-sumber terpercaya yang dihubungi media ini dari lokasi aksi menyatakan, warga dengan menumpang dump truck serta sepeda motor, mendatangi lokasi dalam pengawalan aparat gabungan Polres, TNI dan Pol PP Sumtim. Dengan tertib warga yang dikoordinir oleh Tommy Umbu Pura dan Umbu Manang Watuwaya itu menyampaikan pernyataan dan penyesalan mereka pada Pemerintah dan DPRD Sumtim.

Warga Umalulu Duduki Lahan PT. MSM

“Tercatat sudah enam kali masyarakat turun jalan untuk meminta pemerintah daerah, DPRD dan pihak terkait lainnya untuk menghentikan segala aktivitas perusahaan. Kami menilai masih terdapat berbagai persoalan lahan antara masyarakat dan perusahaan. Namun demikian, tidak ada satu pun upaya perwakilan Pemerintah Daerah dan DPRD yang hadir dan memberikan penjelasan apapun terkait persoalan lahan ini. Sebagai masyarakat Desa Umalulu, hari ini kami turun ke jalan untuk menuntut hak-hak masyarakat,” tandas Tommy Umbu Pura.

Tak jauh beberbeda dengan Tommy Umbu Pura, Umbu Manang Watuwaya yang juga merupakan korlap aksi ini menyatakan tidak adanya itikad baik Pemerintah Daerah dan DPRD untuk menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan warga membuat warga dalam segala keterbatsasannya akan terus bersuara dan turun ke jalan.

“Kami sangat kecewa hari ini karena Pemerintah Daerah dan DPRD selaku wakil rakyat tidak merespon segala persoalan yang ada di Desa Umalulu terkait konsesi lahan perkebunan PT.MSM sampai detik ini,” tandas Umbu Manang.

Ditempat yang sama, Deddy Febrianto Holo, aktivis pemerhati lingkungan yang juga turut ambil bagian dalam aksi itu menyampaikan harapan kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum aparat desa maupun masyarakat yang telah secara sepihak menyerahkan lahan atau tanah masyarakat secara sepihak.

“Kami juga memiliki bukti foto transaksi uang tunai yang diberikan oleh pihak PT. MSM kepada dua orang oknum kepala desa tersebut,” ungkap Dedy.

Hingga berita ini dilansir, warga masih terus menduduki lahan. Warga berkumpul di bawah tenda-tenda sederhana yang dibangun sementara warga lainnya beraktifitas memasak dan sebagiannya lagi mencicipi bekal yang sebelumnya telah mereka bawa.

Adapun informasi lainnya menyebutkan, semalam sebelum kasi pendudukan lahan itu, warga masih melakukan ritual adat dipimpin Wunang (tokoh adat aliran kepercayaan Marapu) di Praingu (Kampung) Tambahak, Umalulu. (wyn)

Komentar

komentar