Home > Berita > Warga Demo Ke DPRD, Minta Bentuk Pansus Terkait Investasi PT. MSM

Warga Demo Ke DPRD, Minta Bentuk Pansus Terkait Investasi PT. MSM

Demo DPRD dan Bupati

Waingapu.Com – Puluhan warga yang berasal dari sejumlah elemen organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat, Senin (09/07) siang tadi melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Sumba Timur (Sumtim), NTT. Dalam kasinya mereka menyampaikan sejumlah tuntutan. Satu diantaranya adalah meminta DPRD setempat segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait konflik agrarian, sehubungand engan kehadiran investasi perkebunan PT. Muria Sumba Manis (MSM).

Aliansi yang merupakan fusi atau gabungan dari beberapa lembaga yang diantaranya Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) wilayah Sumba, Forum Peduli Pembangunan Sumba Timur cabang Kupang, melalui beberapa oratornya menegaskan beberapa tuntutan lain yang mana salah satunya meminta Pemerintah dan DPRD Sumtim mengawal laporan masyrakat terkait pengrusakan lingkungan yang diduga akibat aktifitas PT. MSM.

Demo DPRD dan Bupati

Selain itu, dalam orasinya, warga juga meminta jajaran Kepolisian dan perangkat penegak hukum lainnya untuk mengambil sikap melakukan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut terkait dugaan adanya gratifikasi yang dilakukan oleh PT. MSM kepada oknum – oknum aparat desa juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumtim.

Disaksikan kala itu, orasi – orasi yang dilantangkan oleh Dedy Febrianto Holo dan juga Umbu Yoab Watuwaya, pada akhirnya berhasil memancing semblan anggota DPRD, yang mana satu diantaranya unsur pimpinan DPRD untuk turun kepelataran depan kantor DPRD bertemu dengan para pengunjuk rasa.

Demo DPRD dan Bupati

Dalam dialog itu kemudian disepakati puluhan demonstran itu diterima dilantai dasar gedung DPRD setempat untuk selanjutkan dilakukan dialog. Dalam dialog itu, seiring waktu bergulir, juga kemudian dihadiri oleh Palulu P. Ndima selaku ketua DPRD Sumtim, Umbu Manggana, selaku Wakil Ketua DPRD, menemani John David, yang juga menjabat Wakil Ketua, bersama sejumlah anggota DPRD Sumtim lainnya, mendengar dan menerima langsung pernyatan sikap warga.

Menariknya, dalam dialog itu, ketua DPRD Sumtim menegaskan bahwa kehadiran investasi PT. MSM di Sumtim sejak awalnya tidak melibatkan lembaga DPRD. Padahal, demikian Palulu menegaskan, sesuai dengan ketentuan Undang – Undang yang berlaku, unsur pemerintah daerah sejatinya adalah Bupati dan Wakil Bupati serta DPRD.

“Dari awal memang DPRD tidak dilibatkan terkait rencana dan kemudian dilanjutkan dengan aktifitas PT. MSM. Kita sudah beberapa kali berlaku layaknya pemadam kebakaran. Kalau ada masalah, ada warga yang mengadu kesini terkait aktifitas PT. MSM barulah kita turun untuk menyelesaikan. Jadi benar – benar seperti pemadam kebakaran,”tandas Palulu.

Usai menggelar aksinya di DPRD, para pendemo kemudian bergerak ke halaman depan Kantor Bupati Sumtim untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya. Harapan mereka untuk bertemu Bupati tidak tercapai. Namun demikian mereka akhirnya diterima untuk berdialog dan menyampaikan tuntutan melalui sejumlah perwakilannya ke ruang Sekda.

Perwakilan para pednemo itu, selain diterima oleh Juspan Pasande selaku Sekda, juga nampak memasuki ruangan Sekda, Asisten dua Bupati Sumtim, Umbu Maramba Memang. Pertemuan itu berlangsung tertutup dan dipintu ruangan sekda nampak bersiaga jajaran Satuan Polisi Pamong Praja. (ion)

Komentar

komentar