Home > Berita > ‘SATAP Effect’ Dalam Kemeriahan Karnaval HUT RI Di Waingapu

‘SATAP Effect’ Dalam Kemeriahan Karnaval HUT RI Di Waingapu

Tenun Ikat Sumba Dalam Karnaval HUT RI 73

Waingapu.Com – Karnaval dalam rangka menyongsong dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-73, di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, dalam dua hari pelaksanaannya tak dipingkiri berlangsung meriah. Jauh lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam dua hari pelaksanaannya, yakni Senin (13/08) dan Selasa (14/08) sejumlah busana kreasi ditampilkan, dan menariknya tak hanya berasal dari satu lembaga atau institusi. Situasi itu, oleh beberapa pihak dipandang sebagai realita dari SMP Negeri Satu Atap (SATAP) Pada Dita.

“Masih ingat tahun lalu, SMP SATAP Pada Dita, hadirkan kreasi unik dalam karnaval. Dua muridnya mengenakan busana kreasi unik. Salain itu kemudian menjadi perhatian dan perbincangan tak hanya bagi peserta tapi juga para penonton. Video dan foto kedua siswa itu menjadi viral di media maya dan juga diliput media lokal, regional serta nasional,” urai Andy Yusuf, jurnalis Kompas TV dalam diskusi lepas pasca pelaksaan karnaval hari pertama, di sisi jalan Ahmad Yani yang menjadi rute karnaval itu.

Tenun Ikat Sumba Dalam Karnaval HUT RI 73

“Boleh jadi ini virus kreasi SATAP Pada Dita sudah mulai memakan korban. Bagus jika kreasi-kreasi baru bermunculan. Tentu bisa menjadi sajian menarik bagi warga dan sangat mungkin menarik minat wisatawan,” timpal Robert Ropo, Jurnalis Harian Umum Pos Kupang.

“SATAP Efek, seperti itulah bisa dikata, diharapkan bisa terus dinamis, Sumba Timur punya kekhasan dan keunggulan dalam karya kain tenun ikatnya. Akan kian menjual dan makin dikenal dunia luar jika selalu ada kreasi-kreasi baru yang ditampilkan, namun tentu tetap tidak menepikan akar dan budaya Sumba Timur,” tambah Andy.

Yaa, tak bisa disangkali, dalam dua hari pelaksanaan karnaval, selain busana kreasi yang ditampilkan oleh SMP Satap Pada Dita, dan symbol burung garuda dengan bulu-bulunya ditata dari puluhan motif kain tenun ikat, SMP Negeri Mauliru, juga menampilan kreasi busana tenun ikat dalam kemasan ‘garuda merah putih’.

Kemeriahan dan kreasi kemudian berlanjut pada hari kedua karnaval, sejumlah instansi pemerintah seperti Setda Sumtim dan RSUD Umbu Rara Meha, juga menebar pesonanya. Hal mana yang kemudian menjadi pencermatan Pemkab. Sumtim yang berencana ditahun mendatang akan mengemasnya jauh lebih tertata dan meriah.

“Tahun depan akan digelar Waingapu Fashion Carnaval, dan itu bisa kita lombakan, mulai dari tingkatan SD, SMP dan SMA juga masyrakat umum. Untuk merangsang para peserta tentunya akan diberikan hadiah yang pantas dan menarik,” tandas Bupati Sumtim, Gidion Mbiliyora, dalam sambutanya kala menerima para peserta karnval di pendopo Rumah Jabatan Bupati. (ion)

Komentar

komentar