Home > Berita > Bahaya, Ayam Tiren Ditenggarai Beredar Di Sumba Barat

Bahaya, Ayam Tiren Ditenggarai Beredar Di Sumba Barat

Ayam Tiren

Waingapu.Com – Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan seiring dengan ditemukan ayam tiren, atau daging ayam yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi, beredar di Kabupaten Sumba Barat (Sumbar), NTT. Realita yang terjadi Jumat (07/09) malam lalu, di Jalan Keraloko, kota Waikabubak, bisa menjadi isyarat untuk waspada.

Pasalnya kala itu, beberapa potong daging ayam yang tidak layak dikonsumsi siap untuk diantar, namun karena bau amisnya tercium oleh warga, membuat kecurigaan kian kuat. Adalah, Andria, seorang sopir berusia 42 tahun, kepada wartawan mengaku dari Waingapu, namun berdomisili di Kecamatan Muncet, Desa Ringi Putih, Banyuwangi, Jawa Timur, mengaku hanya sebagai sopir pengantar semata. “Saya hanya sebagai sopir untuk mengantar barang milik Arif, bos buah yang kos di jalan Keraloko, ayam tersebut diantar di warung Barokah, setelah kami antar ayam tersebut warung Barokah menelfon bos Ari, karena barang tersebut di tolak, maka kami disuruh antar ke kosnya bos buah lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Andria, saat tiba di Bos Arif, ternyata yang bersangkutan tidak ada di tempat. “Bos Arif ada di Banyuwangi, jadi isterinya yang menerima, jadi saya benar-benar hanya pengantar saja,” timpalnya.

Mendapat informasi dari warga terkait hal ini, aparat Polres Sumbar, bereaksi cepat menuju lokasi. Aparat melakukan penyitaan dan pendalaman lebih lanjut kepada Andrian dan sejumlah saksi lainnya. Barang bukti dan sopir yang membawa diamankan di Mapolres untuk pendalaman lebih jauh oleh penyidik Polres.

“Kalau bisa kedepannya instansi terkait bisa rutin melakukan sidak ke warung-warung, juga pasar untuk mencross check keberadaan ayam tiren,” harap Ainun, soerang warga yang ditemui terpisah media ini beberapa saat pasca diamankan barang bukti juga sopir pembawa daging ayam yang diduga kuat tidak layak konsumsi itu. (usa)

Komentar

komentar