Home > Berita > Di Pulau Sumba, Alat Deteksi Terpasang di Baing & Waikabubak

Di Pulau Sumba, Alat Deteksi Terpasang di Baing & Waikabubak

Alat Pendeteksi Gempa

Waingapu.Com – Untuk mendeteksi kekuatan atau titik lokasi gempa, di Pulau Sumba, NTT, terdapat dua alat pendeteksi. Accelerograph, demikian nama alat pendeteksi gempa bumi ini. Hasil kerja alat ini, petgas BMKG bisa mengetahui intensitas gempa bumi ataupun seberapa bear efek yang ditimbulkan dari gempa yang terjadi. Demikian dijelaskan Arief Tyastama, Kepala Stasiun Geofisika Waingapu, kepada media ini, Kamis (04/10) pagi tadi.

Alat pendeteksi gempa bumi ini, demikian lanjut Arief terpasang di Baing, Kecamatan Wulla Waijillu, Kabupaten Sumba Timur dan di Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. “Data yang dikumpulkan oleh alat pendeteksi gempa dapat dimanfattkan dalam mitigasi bencana, pembuatan peta daerah rawan gempa, terutama daerah-daerah yang memiliki potensi gempa bumi yang bisa merusak,” paparnya.

Alat Pendeteksi Gempa

Kualitas dan fungsi kedua alat ini sejak terpasang ditegaskan oleh Arief masih sangat baik. Direncanakan akan ada lagi penambahan satu alat pendeteksi di Pulau Sumba. “Tahun ini atau awal tahun depan kita akan tambah lagi satu alat di Waingapu, dan rencananya akan dipasang di bukit persaudaraan,” imbuh Arief.

Sekalipun di pulau Sumba telah terpasang dua alat pendeteksi, namun ‘hasil kerja’ kedua alat ini tidak menjadi satu-satunya rujukan untuk menghasilkan analisiss gempa dan potensi lanjutan serta dampaknya. ‘Di pulau Timor, Sabu, Rote, Flores dan Alor, juga di NTB dan Bali juga ada alat serupa. Semua alat ini terkoneksi ke BMKG pusat, sehingga datanya semakin banyak dan semakin akurat bagi petugas kami untuk menentukan parameter gempa,”pungkas Arief.

Alat Pendeteksi Gempa

Terpisah, Martna Djera, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sumtim, yang dihubungi media ini menjelaskan, sosialisasi tentang gempa dan tsunami serta cara menyikapinya, akan terus dilakukan oleh tim yyang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FRB). “Kemarin kami sosialisasi pada warga di Kelurahan Kambadjawa dan Hambala, hari ini kami sosialisasikan pada para guru dan pelajar di SMA Negeri 01 Waingapu, dan selanjutnya akan digelar rapat di Setda untuk menyikap aneka dinamika pasca dan juga aneka langkah yang akan diambil kedepannya,” ungkapnya.(ion)

Komentar

komentar