Home > Berita > Leo Kote Kembali Jadi Ketua BPC Gapensi Sumba Timur 2018 – 2023

Leo Kote Kembali Jadi Ketua BPC Gapensi Sumba Timur 2018 – 2023

Pengurus Gapensi 2018-2023

Waingapu.Com – Musyawarah Cabang (Muscab) ke – V BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Sabtu (06/10) lalu akhirnya berhasil merampungkan kegiatannya. Leo Kote kembali dipercaya menduduki jabatan sebagai Ketua dengan Djunaidi Garib sebagai Sekretaris. Adapun untuk posisi bendahara, Direktur CV. Mahkota, Hunga Remi Andung, dipercaya untuk menjabatnya dengan didampingi Oscar D. Judang sebagai wakilnya.

Dalam muscab yang digelar di Hall Elcafe Waingapu itu, Bupati Sumtim, Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumtim didapuk sebagai Dewan Pembina. Sementara untuk posisi Dewan pertimbangan dipercayakan pada Umbu T. M. Marisi sebagai ketua dan Denny Sinatra sebagai sekretaris, keduanya akan dibantu dua anggota masing – masing Iwan Yonathan dan Rudi Riwong.

Sebelumnya Wakil Bupati Sumtim, Umbu Lili Pekuwali dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi gelaran Muscab dimaksud mengharapkan peran Gapensi dalam menningkatkan kualitas SDM anggotanya. “Sebagai organisasi para pelaksana kontruksi, untuk ke depannya perlu meningkatkan kualitas SDM para anggotanya. Asosiasi ini tidak hanya sekedar melegalkan hal – hal yang sifatnya administrasi semata. Harus menyiapkan anggotanya baik dalam sisi administratifnya juga kualitas SDM anggotanya,” tandas Umbu Lili.

Lebih jauh Umbu Lili memaparkan, kesiapan tenaga teknik dalam wadah Gapensi tidak lagi bisa mengharapkan orang per orang apalagi untuk sertifikasi. “Kalau dulu persyaratan terkait SDM ini boleh jadi bukan syarat yang mutlak dari proses pengadaan barang dan jasa. Hanya sekedar dilampirkan, ada atau tidak orangnya mungkin tidak menjadi hal yang peting. Kini, tenaga teknik yang dimasukan dalam persyaratan itu tidak cukup hanya dilampirkan ijazahnya saja, harus miliki sertifikat keahlian. Untuk mendapatkan sertifikat keahlian itu tentu tidak bisa dilakukan mandiri. Mereka harus difasilitasi dan mendapatkan informasi yang cukup terkait dimana mereka bisa dapatkan sertifikatnya, dan itu perlu peran asosiasi,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Muscab, Djunaidi Bin Garib dalam laporannya mengatakan, Gapensi sebagai wadah berhimpunnya para pelaksana kontruksi merupakan salah satu elemen bangsa yang miliki peran dan kontribusi yang penting dalam pembangunan bangsa dan daerah. Di depan peserta Muscab yang juga dihadiri oleh Ignasius Fernandez, selaku Sekretaris Umum BPD Gapensi NTT, Djunaedi lebih jauh menambahkan, penciptaan atau hasil kerja produk kontruksi senantiasa menuntut perhatian, perhitungan dan konsentrasi yang prima. “Output yang dihasilkan hendaknya memenuhi standart mutu sesuai kebutuhan pemilik proyek dan pasar kontruksi pada umumnya,” timpal Djunaidi.(ion)

Komentar

komentar